IQNA

Wawancara dengan IQNA:

I’tikaf; Peluang untuk Memperkuat Tekad dan Mengendalikan Jiwa Manusia

12:17 - January 05, 2026
Berita ID: 3483236
IQNA - Direktur Departemen Teologi dan Filsafat Pusat Studi dan Jawaban atas Keraguan di Hauzah Qom mengatakan: Program-program seperti i’tikaf, yang terorganisir, memperkuat kemauan dan pengendalian diri seseorang, karena ketika seseorang memasuki suatu tempat di mana ia melihat bahwa tempat itu dikelola dengan tertib, keteraturan ini juga memiliki efek positif pada jiwanya.

Keutamaan bulan Rajab sedemikian rupa sehingga telah ditekankan dalam riwayat-riwayat Islam. Bulan ini, seperti bulan Ramadhan dan Sya'ban, adalah salah satu bulan yang paling mulia, dan karena rahmat Allah Yang Maha Pengasih kepada hamba-hamba-Nya, bulan ini disebut "Shahrullah al-Asab" (bulan Allah yang penuh curahan rahmat-Nya).

Salah satu ibadah dan amalan terpenting yang dilakukan di bulan ini adalah i’tikaf. I'tikaf tidak terbatas pada waktu tertentu, tetapi karena diperlukan untuk berpuasa, maka sebaiknya dilakukan pada waktu yang diperbolehkan berpuasa menurut hukum Islam. Oleh karena itu, kapan pun puasa sah, i’tikaf juga sah, tetapi di negara kita i’tikaf dilakukan pada bulan Rajab.

Dalam sebuah wawancara dengan Hujjatul Islam wal Muslimin Abdurrahim Rezapour, direktur Departemen Teologi dan Filsafat Pusat Studi dan Jawaban atas Keraguan di Hauzah Qom, koresponden IQNA dari Qom menjelaskan alasan diadakannya i’tikaf di bulan Rajab. Rincian wawancara tersebut adalah sebagai berikut:

Iqna - Apa keutamaan terpenting dari bulan Rajab?

Mengenai keutamaan bulan Rajab, perlu dikatakan: Di antara bulan-bulan yang ada, bulan Ramadhan, yang merupakan bulan terbaik, serta bulan Rajab dan Sya'ban, yang telah Allah utamakan di atas bulan-bulan lainnya, adalah lebih unggul.

Bulan Rajab memiliki kondisi pendahuluan dan secara inheren memiliki keutamaan, seperti wudhu, yang merupakan prasyarat untuk shalat. Dan sebagaimana wudhu memiliki keutamaan, bulan Rajab juga memiliki prasyarat dan merupakan pendahuluan untuk bulan Ramadhan yang penuh berkah.

Empat bulan dalam setahun dikenal sebagai bulan-bulan suci, yaitu bulan Dzulaqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Oleh karena itu, bulan Rajab juga termasuk dalam bulan-bulan suci karena keutamaannya, artinya memiliki kesucian dan karakteristik khusus, termasuk fakta bahwa perang dianggap haram selama bulan-bulan ini.

Haji dan Umrah dapat dilakukan kapan saja selain hari-hari Haji Tamattu, tetapi memiliki keutamaan yang lebih besar di bulan Rajab.

Iqna- Apa alasan melakukan i’tikaf di bulan Rajab?

I'tikaf dilakukan di bulan Rajab dan harus dilakukan di Masjidil Haram dengan niat beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah.

Ada riwayat yang menyebutkan bahwa i’tikaf di bulan suci lebih utama daripada i’tikaf di bulan-bulan lainnya, karena i’tikaf berarti seseorang meluangkan beberapa hari untuk menjalankan kewajibannya, memperbaiki diri, dan menjauhkan diri dari orang-orang.

Disebutkan pula dalam hadis bahwa berpuasa di bulan Rajab dianjurkan, terutama pada tanggal 13, 14, dan 15 Rajab.

Program-program seperti i’tikaf, yang terorganisir, memperkuat tekat dan pengendalian diri seseorang, karena ketika seseorang memasuki suatu tempat yang dikelola dengan tertib, keteraturan ini juga berdampak positif pada jiwanya, dan ia dapat mengambil keputusan yang sama dalam hidupnya serta menjadi lebih teguh pendirian, dan dalam keadaan seperti itu ia mampu mengendalikan dirinya sendiri. (HRY)

 

4326606

captcha