IQNA

Liga Arab Kecam Pembunuhan Diam-diam terhadap Tahanan Palestina

12:21 - February 05, 2026
Berita ID: 3483336
IQNA - Liga Arab mengutuk pembunuhan diam-diam terhadap tahanan Palestina

Liga Arab mengeluarkan pernyataan keras yang mengutuk kejahatan "kelalaian medis yang disengaja" oleh otoritas pendudukan Israel yang menyebabkan matinya tahanan yang dibebaskan, Khaled Al-Saifi.

Menurut Iqna mengutip Pusat Informasi Palestina, organisasi tersebut menekankan bahwa kejahatan ini dilakukan meskipun pihak pendudukan sepenuhnya mengetahui kondisi fisik korban yang sangat serius.

Pernyataan Liga Arab mengatakan: “Kejahatan ini menambah rangkaian panjang pelanggaran tidak manusiawi yang dilakukan Israel terhadap tahanan, termasuk kelalaian medis, menggunakan tahanan sebagai lahan eksperimen medis, dan menunda pemberian perawatan penting. Kebijakan sistematis ini telah menyebabkan penyebaran penyakit dan kematian puluhan orang di dalam penjara atau tak lama setelah pembebasan mereka (dalam kondisi kritis)”.

Dengan menyatakan kemarahan dan keprihatinan yang mendalam atas pelanggaran hak-hak tahanan yang terus berlanjut, Liga Arab mencatat bahwa syahid Khaled Al-Saifi (67), seorang penghuni kamp Dheisheh di Bethlehem, meninggal hanya satu minggu setelah dibebaskan dari klinik penjara Ramla karena kesehatannya yang memburuk.

Menurut pernyataan tersebut, syahid Al-Saifi mengalami penyiksaan sistematis, perlakuan buruk, kelaparan, dan pemukulan berat selama empat bulan penahanan administratifnya yang kejam. Ia menderita pneumonia akut dan sengaja ditolak pengobatannya. Dalam tindakan yang mencurigakan, administrasi penjara memberinya dua suntikan, dengan dalih suntikan flu, tetapi suntikan ini menyebabkan peradangan akut dan penurunan drastis kondisi kesehatan.

Liga Arab menekankan bahwa kebijakan sistematis ini merupakan pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional dan Konvensi Jenewa, dan bertujuan untuk menghancurkan kehendak rakyat Palestina.

Pernyataan itu mengatakan: “Rezim pendudukan memikul tanggung jawab penuh atas kesyahidan Al-Saifi. Membebaskannya dalam keadaan di mana ia berada di ambang kematian adalah upaya untuk menghindari tanggung jawab atas kejahatan yang dilakukan dan merupakan bagian dari kebijakan yang dikenal sebagai Eksekusi Bertahap”.

Liga Arab, sambil menyoroti penahanan ribuan warga Palestina, termasuk perempuan, anak-anak, dan orang sakit, dalam kondisi yang mengerikan, menyerukan langkah-langkah berikut:

1- Segera kirimkan komite investigasi internasional ke penjara-penjara Israel untuk mendokumentasikan pelanggaran-pelanggaran tersebut.

2- Pertanggungjawabkan dan tuntut pejabat Israel yang bertanggung jawab atas kejahatan-kejahatan ini.

3- Berikan tekanan internasional kepada Israel untuk segera membebaskan tahanan yang sakit agar dapat dirawat di luar penjara.

Pernyataan tersebut diakhiri dengan menekankan solidaritas penuh Liga Arab dengan perjuangan rakyat Palestina untuk kebebasan dan kemerdekaan, dan sekali lagi menyerukan diakhirinya pendudukan dan pembentukan negara Palestina merdeka dengan Quds sebagai ibu kotanya. Liga Arab menekankan bahwa perjuangan para tahanan adalah perjuangan Arab dan kemanusiaan yang akan tetap menjadi prioritas hingga keadilan penuh tercapai. (HRY)

 

4332337

captcha