
Masa muda, salah satu tahapan kehidupan manusia yang paling sensitif dan menentukan, telah mendapat perhatian khusus dalam ajaran Alquran. Segala sesuatu yang belum mencapai usia dewasa disebut masa muda. Periode ini berlawanan dengan usia tua dan merujuk pada tahap di mana kekuatan fisik dan spiritual manusia berada pada tingkat tertinggi, dengan kata lain, semua bakat internal dan eksternal manusia berada pada puncak perkembangan dan keberhasilannya. Alquran merujuk pada periode ini dengan berbagai interpretasi yang beragam, dan empat kata kunci utamanya akan dibahas di bawah ini.
Masa Kekuatan dan Kekuasaan: Alquran menggambarkan masa muda sebagai masa kekuatan dan kekuasaan di antara dua masa kelemahan. Allah swt berfirman:
اللَّهُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ ضَعْفٍ ثُمَّ جَعَلَ مِنْ بَعْدِ ضَعْفٍ قُوَّةً ثُمَّ جَعَلَ مِنْ بَعْدِ قُوَّةٍ ضَعْفًا وَشَيْبَةً يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ وَهُوَ الْعَلِيمُ الْقَدِير
Allah adalah Zat yang menciptakanmu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan(-mu) kuat setelah keadaan lemah. Lalu, Dia menjadikan(-mu) lemah (kembali) setelah keadaan kuat dan beruban. Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dia Maha Mengetahui lagi Mahakuasa. (QS. Ar-Rum: 54)
Ayat ini dengan jelas menunjukkan bahwa masa muda adalah periode kekuatan dan kekuasaan.
Pubertas intens: Dalam beberapa ayat, Alquran telah menyebutkan periode masa muda manusia sebagai kedewasaan yang paling intens. Kata "Asyadd" berasal dari akar kata "Syadda" yang berarti simpul yang kuat dan dalam arti yang lebih luas, merujuk pada kekuatan fisik dan spiritual apa pun.
Fata: Kata Fata dan turunannya termasuk di antara ungkapan-ungkapan Alquran lainnya yang berkaitan dengan masa muda. Kata ini secara harfiah berarti kesegaran dan masa muda. Fata adalah seorang pria yang kuat, cakap, bijaksana, dan tampan.
Ghulam: Kata Ghulam berasal dari akar kata "Ghilm" yang berarti mengatasi dan membangkitkan nafsu, dan merujuk pada periode ketika rambut wajah dan kumis tumbuh. (Farahidi, jild. 4, hlm. 422) Dari berbagai interpretasi leksikal, dapat dilihat bahwa Ghulam adalah tahap perantara antara Thifl (anak kecil) dan Syabab (pemuda), yang dalam bahasa Persia diterjemahkan dengan nujawan (remaja). Kesimpulannya adalah bahwa masa muda adalah periode terbaik dalam hidup dan masa subur seseorang, serta periode kekuatan dan kekuasaan manusia, dan penggunaan yang tepat dari kesempatan unik ini dianggap sebagai kewajiban serius bagi setiap anak muda.
Contoh-contoh Alquran
Anak Nabi Nuh (as) adalah contoh nyata dalam Alquran tentang seorang pemuda impulsif yang tidak taat kepada ayahnya, mengikuti orang-orang yang sesat, dan akhirnya binasa. (HRY)