
Menurut Iqna mengutip SANA, Museum Alquran Makkah memamerkan salinan langka dari Alquran Biru (Blue Quran) di museum tersebut, Senin, 9 Februari, yang berisi ayat-ayat dari surah Al-Baqarah, dari akhir ayat 37 hingga permulaan ayat 42.
Manuskrip ini dianggap sebagai salah satu manuskrip Alquran yang paling langka dan megah dalam sejarah peradaban Islam, dan menunjukkan kekayaan warisan Alquran Islam dan sejarah seni kunonya.
Alquran ini ditulis dengan tinta emas murni dan khat Kufi kuno di atas latar belakang biru nila, dengan gaya artistik unik yang mencerminkan keindahan kaligrafi Alquran.

Alquran Biru berasal dari abad ketiga Hijriah (abad kesembilan Masehi), yang memberinya nilai sejarah dan ilmiah yang besar.
Alquran ini juga merupakan bukti perkembangan seni kaligrafi dan dekorasi Arab pada abad-abad awal Islam.
Salinan Alquran Biru yang masih ada sangat langka di seluruh dunia, dengan halaman-halamannya tersebar di sejumlah museum dan galeri di seluruh dunia.
Pameran manuskrip ini merupakan bagian dari upaya Museum Alquran Makkah untuk memperkenalkan pengunjung dengan sejarah Alquran dan evolusi artistiknya, serta untuk memberikan kesempatan melihat contoh-contoh manuskrip Alquran yang luar biasa, sehingga meningkatkan kesadaran budaya dan intelektual serta memperkaya pengalaman para pengunjung museum.
Sementara itu, Museum Alquran di Kawasan Budaya Hira, Makkah, baru-baru ini memamerkan sebuah Alquran berukuran besar, yang dianggap sebagai Alquran terbesar di dunia, dengan ukuran 312 x 220 sentimeter dan berisi 700 halaman. (HRY)