IQNA

Mengenang Sayed Al-Naqshabandi pada Peringatan Hari Haulnya

Tentang Sosok di balik Ibtihal-ibtihal Ramadhan

13:13 - February 16, 2026
Berita ID: 3483387
IQNA - Sabtu, 14 Februari, menandai peringatan haul Syekh Syekh Sayed Mohamed Al-Naqshabandi, seorang ahli lantunan doa keagamaan, tokoh penting selama Ramadhan di Mesir dan dunia Arab, yang doanya sebelum salat Maghrib memikat hati.

Menurut Iqna mengutip Sada el-Balad, Sayed Al-Naqshabandi lahir pada tahun 1920 di sebuah desa di Kegubernuran Dakahlia, Mesir, dan meninggal pada tahun 1976. Keluarganya pindah ke kota Tahta di Mesir Hulu ketika ia baru berusia 10 tahun. Ia menghafal Alquran dan mempelajari munajat-munajat keagamaan di lingkaran zikir Tahta di antara para pengikut tarekat Sufi Naqshbandi. Ayahnya, Syekh Mohamed Naqsahbandi, adalah kepala tarekat tersebut dan seorang ulama terkenal yang namanya digunakan sebagai nama tarekat Naqshabandi.

Sayed Naqshabandi gemar membaca karya-karya Manfaluti, Aqad, dan Taha Hussain.

Salah satu ciri paling menonjol dari bulan suci Ramadhan adalah suaranya yang memikat, kuat, dan khas, yang membangkitkan emosi dan menggerakkan jutaan orang selama berbuka puasa. Doa-doanya yang indah, yang berasal dari hatinya, membangkitkan emosi umat Muslim dan membuat mereka mengulangi kata-kata Syekh Sayed Naqshabandi dengan penuh hormat.

Ia adalah salah satu tokoh terkemuka dalam bidang ibtihal keagamaan, tilawah, dan tawasih religi. Seperti yang telah dikatakan tentang Naqshabandi, ia memiliki kemampuan luar biasa dalam berdoa dan madah, hingga menjadi pendiri sebuah aliran pemikiran. Ia dikenal sebagai "Suara yang Khusyu’", "Burung Bulbul Ilahi", dan "Imam Para Nasyid"..

Sekadar menyebut nama Naqshabandi saja sudah membangkitkan melodi doa "Maulay" (Tuhanku) dalam seruan azan. Doa ini adalah yang paling terkenal dari puluhan doa Naqshabandi.

Rekaman Radion Ibtihal

Almarhum Sayed Naqshabandi mulai merekam doa-doa ibtihal untuk stasiun radio Mesir, yang kemudian dikenal sebagai "duaat" (penyeru) selama azan Maghrib di bulan Ramadhan. Iaberkolaborasi dengan komposer Baligh Hamdi dalam beberapa karya seni dan merekam enam ibtihal, yang paling terkenal adalah "Mawlay Anni bi Babika" (Ya Tuhanku, aku berada di depan pintu-Mu). Ia juga berkolaborasi dengan para qari Alquran terkemuka dalam konser yang diadakan di Mesir dan luar negeri, termasuk Syekh Abdul Basit Abdus Samad, dan sebelumnya telah melakukan perjalanan ke banyak negara Arab selama Ramadhan untuk memeriahkan malam-malamnya dengan doa dan munajat.

Meninggalnya Syekh Sayed Mohamed Al-Naqshabandi

Sayed Mohamed Al-Naqshabandi meninggal pada tahun 1967 pada usia 55 tahun. (HRY)

 

4334443

captcha