IQNA

Catatan: Pemimpin Syahid Revolusi; Tafsir Visual Asyidda’ alal Kuffar Ruhama’ Bainahum

Oleh Ahmad Reza Razavi Zarareh, Pengurus Cabang Qom Majelis Ulama India

13:06 - May 12, 2026
Berita ID: 3483611
IQNA - Alquran bukan hanya kitab petunjuk bagi masyarakat manusia, tetapi juga sistem kehidupan yang lengkap. Ia menjelaskan karakteristik orang-orang beriman yang membentuk masyarakat yang saleh. Salah satu karakteristik mulia tersebut dijelaskan dalam ayat 29 surah Al-Fath:

محمد رسول الله و الذین معه اشداء علی الکفار رحماء بینهم

“Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka”

Terdapat tokoh-tokoh dalam sejarah Islam yang mewujudkan makna ayat ini sepanjang hidup mereka. Kepribadian Pemimpin Tertinggi merupakan contoh gemilang dari standar Alquran ini. Dalam kehidupan ia yang diberkahi, kasih sayang dan tekad, cinta dan ketekunan, kesabaran dan keberanian berpadu dalam keseimbangan yang indah.

Simbol belas kasih bagi umat beriman

Aspek pertama dan paling menonjol dari kepribadian Pemimpin Tertinggi adalah kelembutan hatinya dan cinta yang mendalam kepada bangsa. Ia tidak memandang bangsa hanya sebagai kelompok politik atau sosial, melainkan sebagai sebuah keluarga besar.

Aroma cinta meresap dalam kata-katanya, kebaikan kebapakannya dalam nada bicaranya, dan ketulusannya dalam perilakunya. Empatinya terhadap para cendekiawan, mahasiswa, pemuda, aktivis, dan kelas yang kurang beruntung begitu menonjol sehingga semua orang merasa aman dan dicintai di hadapannya.

Dalam banyak kesempatan, ia menyeru kaum muda untuk memiliki harapan, kepercayaan diri, dan wawasan keagamaan. Ia percaya bahwa modal sejati bangsa adalah kaum mudanya yang sadar dan beriman. Karena alasan ini, ia selalu menganggapnya sebagai kewajibannya untuk mendidik dan membimbing mereka.

Menurut Pemimpin Tertinggi, fondasi masyarakat Islam harus didasarkan pada kasih sayang, persaudaraan, dan kerja sama timbal balik. Ia menasihati bangsa untuk menghindari perbedaan dan perpecahan dan selalu menekankan persatuan Islam. Inilah karakteristik yang sama yang digambarkan Alquran dengan frasa “berkasih sayang sesama mereka”.

Menentang Musuh-musuh Islam

Jika salah satu aspek kepribadiannya adalah cinta dan kebaikan, aspek lainnya adalah keberanian dan keteguhan yang luar biasa. Ketika menyangkut Islam, umat Islam, dan hak-hak kaum tertindas, ia tidak percaya pada kepentingan sesaat atau kelemahan.

Ia selalu mengambil sikap yang jelas dan tegas melawan kesombongan, penindasan, dan kolonialisme. Semangat yang sama yang digambarkan Alquran dengan frasa " keras terhadap orang-orang kafir" hadir dalam pernyataan dan tindakannya.

Ia percaya bahwa jika umat Islam ingin mempertahankan martabat dan kemerdekaannya, mereka harus menempuh jalan yang berkelanjutan, bukan tunduk kepada kekuatan jahat.

Meskipun ia tidak lagi hadir secara fisik di antara kita saat ini, pemikiran, pesan, dan kehidupan jihadnya terus menjadi mercusuar yang bersinar bagi generasi mendatang.

Kehidupannya mengingatkan kita bahwa ayat-ayat Alquran bukan hanya untuk dibaca, tetapi untuk diterapkan dalam kehidupan kita.

Tanpa ragu, kepribadian Pemimpin Tertinggi merupakan interpretasi yang jelas dan cemerlang dari "Asyidda’ alal Kuffar Ruhama’ Bainahum", dan pesannya terus mengajarkan kepada umat beriman di seluruh dunia tentang rasa hormat, persatuan, dan keteguhan hati. (HRY)

 

4350476

Kunci-kunci: Catatan ، Pemimpin ، syahid ، Revolusi
captcha