
Menurut Iqna mengutip Pusat Informasi Palestina, Mohammad al‑Hajj Musa mengatakan: “Agresi Zionis dan agresi terang-terangan yang menargetkan Masjid Al-Aqsa melalui apa yang disebut 'pawai bendera' adalah serangan terhadap jantung umat Islam dan simbol martabatnya.”
“Tindakan rezim Zionis ini menempatkan semua bangsa dan kekuatan hidup di dunia di atas tanggung jawab historis mereka untuk melindungi situs-situs suci dari proyek Yahudisasi,” imbuhnya.
Juru bicara gerakan tersebut menekankan: "Kami menekankan bahwa membela Quds adalah pilar fundamental dalam menghadapi proyek Zionis dan merupakan kewajiban agama dan nasional yang komprehensif. Upaya penjajah untuk mendominasi kota ini akan gagal di hadapan keteguhan bangsa kita."
Ia menambahkan: "Kami menegaskan kembali komitmen kami untuk menghadapi rencana pendudukan dan dengan tegas menyatakan bahwa terorisme rezim pendudukan tidak akan pernah berhasil mematahkan tekad bangsa kami atau mendistorsi realitas Quds, yang akan tetap menjadi amanah di pundak bangsa". (HRY)