
Menurut Iqna mengutip Al-Jarida, ia dikenal karena kecintaannya pada Kitab Allah dan semangatnya dalam mengumpulkan dan melestarikan Alquran beserta halaman-halamannya, serta memperlakukan Alquran dengan cara yang sesuai dengan kesucian dan keagungan kalam wahyu Ilahi.
Para aktivis dan warga provinsi Jerash berduka atas meninggalnya pria berusia tujuh puluh tahun ini, yang dikenal karena kesalehan dan pengabdiannya dalam menghormati Firman Tuhan.
Ia meninggalkan warisan yang mendalam, termasuk memulihkan sekitar 200.000 eksemplar Alquran dengan biaya sendiri dan melalui upaya fisiknya sendiri.
Abu Zakariya adalah seorang pria saleh yang karya-karyanya terus menjadi bukti ketulusan dan pengabdiannya kepada Kitab Allah swt.
Aktivis Palestina Pendukung Tahanan Meninggal Dunia
Berita ini disampaikan saat kalangan nasional dan organisasi hak-hak tahanan Palestina berduka atas meninggalnya Haji Muhammad Idris Sharawnah, yang dikenal sebagai Abu Thaer, pada hari Sabtu, 23 Mei. Ia dikenal selama beberapa dekade karena dukungannya yang tak tergoyahkan terhadap perjuangan para tahanan dan syuhada serta kehadirannya yang terus-menerus di acara-acara nasional dan acara solidaritas dengan perlawanan di seluruh Tepi Barat.

Amjad Al-Najjar, direktur jenderal Klub Tahanan Palestina, menekankan bahwa almarhum adalah simbol kesetiaan kepada para tahanan dan merupakan salah satu orang pertama yang berpartisipasi dalam aksi duduk dan acara-acara untuk mendukung mereka, terutama di depan kantor Palang Merah, dan membawa serta Alquran, gambar Masjid Al-Aqsa, kunci yang melambangkan hak untuk kembali, serta foto-foto tahanan dan para syuhada.
Al-Najjar menyatakan: “Abu Zakariya dikenal di kalangan media dan jurnalis karena kehadirannya yang tenang dan konsisten di lapangan aksi duduk, di mana ia dengan tenang membaca Alquran sebelum memulai aktivitas apa pun”. (HRY)