
Untuk membahas pentingnya peran haji dalam mendekatkan mazhab-mazhab Islam, persatuan umat Islam, filosofi kewajiban ini, serta dampaknya secara sosial dan global, IQNA melakukan wawancara dengan Hayat Lalab, seorang jurnalis dan penulis Maroko, yang ringkasannya dapat dibaca di bawah ini:
Iqna - Bagaimana Anda menilai peran Haji dalam mendekatkan mazhab-mazhab Islam dan persatuan umat Islam?
Haji memiliki berbagai dimensi keagamaan, politik, ekonomi, dan budaya, dan merupakan musim di mana umat Islam dari berbagai bahasa, ras, dan mazhab berkumpul. Islam mengajarkan kita bahwa Haji adalah tempat pertemuan keagamaan di mana ikatan persaudaraan Muslim satu sama lain, terlepas dari perbedaan bahasa atau agama, diperkuat; di mana semua perbedaan lenyap dan umat Islam menyatu dalam ibadah dan tauhid Allah swt. Imam Khomeini (qs) juga menekankan bahwa Haji adalah musim persatuan dan kebangkitan politik dan sosial yang besar bagi umat Islam.
Iqna - Apa filosofi Haji dan mengapa umat Muslim dari seluruh dunia berkumpul, serta apa pengaruh perjalanan ini terhadap jiwa para jemaah haji?
Umat Muslim berkumpul dari berbagai wilayah untuk memenuhi kewajiban yang telah Allah wajibkan kepada mereka semua. Haji adalah perjalanan agung yang memiliki banyak makna dan merupakan pertemuan tahunan di mana umat Muslim berkumpul di tanah suci.
Dalam hal dampak Haji terhadap jiwa para jemaah haji, ketika mereka kembali ke negara mereka, mereka memiliki hubungan yang lebih kuat dengan Allah swt daripada sebelumnya. Ritual-ritual Haji menyehatkan jiwa dan membawa kedamaian bagi jiwa para jemaah; Haji juga mengajarkan kita kualitas seperti kerendahan hati, rasa tanggung jawab, dan hal-hal lain yang dipelajari para jemaah dalam perjalanan mereka ke Baitullah.
Iqna - Apa arti wukuf di Arafat dan Masy'ar al-Haram? Apa makna spiritual dari kedua tempat ini?
Wukuf di Arafat adalah salah satu rukun haji, yang dilakukan dengan niat mendekatkan diri kepada Allah swt, dan dalam ketundukan sepenuhnya kepada-Nya. Hari Arafat memiliki banyak makna yang tidak dapat saya sebutkan semuanya, tetapi saya akan menyebutkan beberapa di antaranya:
Pemandangan wukuf di Arafat mengingatkan kita pada orang-orang yang berdiri di hadapan Allah swt pada Hari Kiamat. Pada hari ini juga, ayat penyempurnaan agama (yaitu wilayah Imam Ali (as) diturunkan. Poin terpenting di Arafat adalah bahwa Shahibul Asri (semoga Allah mempercepat kedatanganya) hadir di antara para jemaah haji dan melingkupi mereka dengan berkah kehadirannya.
Di sisi lain, wukufnya para jemaah haji di Arafat merupakan pengakuan dosa dan kekurangan di hadapan Allah swt, dan Hari Arafat dianggap sebagai hari yang penuh dengan berkah dan rahmat ilahi bagi para jemaah haji.
Iqna - Apa itu lempar Jamarat? Mengapa para peziarah melempar batu ke pilar-pilar tertentu dan peristiwa apa dalam kehidupan Nabi Ibrahim (as) yang mengingatkan kita pada tindakan ini?
Menurut sebuah riwayat dari Amirul Mukminin Ali (as), alasan pelemparan Jamarat kembali ke kisah Nabi Ibrahim (as); ketika Jibril (as) menunjukkan kepadanya ayat-ayat tersebut, Iblis muncul di hadapannya dan Jibril memerintahkannya untuk melempar tujuh batu kepadanya.
Dari tindakan melempar Jamaran kepada setan, kita memahami bahwa tindakan ini merupakan simbol perlawanan terhadap kejahatan; kejahatan yang sama yang mewujudkan dirinya dalam wujud Setan, para pengikutnya, dan siapa pun yang mengajak orang kepada jalan selain jalan Tuhan.
Iqna - Apa filosofi di balik penyembelihan kurban pada Idul Adha dan pembagiannya kepada kaum miskin?
Penyembelihan kurban selama ibadah haji adalah salah satu kewajiban haji, yang menurutnya kurban harus berasal dari hewan ternak seperti domba, sapi, atau unta.
Penyembelihan kurban pada hari kesepuluh bulan Dzulhijjah, di satu sisi, adalah untuk membuka rezeki keluarga, dan di sisi lain, menunjukkan perhatian kepada kaum miskin dan yang membutuhkan yang tidak memiliki kekuatan atau kemampuan. (HRY)