Menurut Iqna mengutip Al-Watan, tindakan ini merupakan bagian dari program budaya dan pendidikan museum untuk memperingati hijrah Nabi Muhammad (saw); sebuah peristiwa bersejarah yang dianggap sebagai asal mula kalender Hijriah dan memiliki tempat khusus dalam sejarah dan identitas peradaban Islam.
Kalender Hijriah terkait dengan hijrah Nabi Muhammad (saw) dari Makkah ke Madinah pada tahun 622 M; sebuah peristiwa penting yang membuka jalan bagi terbentuknya masyarakat dan pemerintahan Islam serta membuka babak baru dalam sejarah Muslim.
Pada kesempatan ini, Museum Bandara Kairo memamerkan salinan berharga Alquran tulisan tangan, yang berasal dari tahun 954 H (1548 M).
Manuskrip ini ditulis dengan tinta di atas kertas dan dihiasi dengan seni iluminasi serta dekorasi Islami yang halus. Karya ini dihiasi dengan tanda tangan kaligrafer Ahmad bin Jalyani dan dianggap sebagai salah satu contoh luar biasa dari kaligrafi Islam dan desain buku pada periode Ottoman.
Pameran ini juga menceritakan kepada pengunjung sebagian dari sejarah penyusunan dan pengumpulan Alquran.
Pameran Alquran yang indah ini sejalan dengan peran budaya dan pendidikan museum Mesir dalam memperkenalkan warisan Islam dan peradaban.
Para pejabat museum percaya bahwa karya-karya seperti ini dapat memperkenalkan pengunjung domestik dan asing dengan bagian penting dari sejarah keagamaan, budaya, dan seni dunia Islam. (HRY)