Menurut Iqna, upacara perpisahan untuk pemimpin syahid Iran secara resmi dimulai pukul 6 pagi hari Sabtu, 4 Juli, di mushalla Imam Khomeini (qs) di Teheran, dengan kehadiran kerumunan besar dan bersejarah para pencinta dan pelayat dari seluruh negeri. Sejumlah besar orang telah tiba di mushalla sejak larut malam untuk mengikuti jam-jam pertama upacara perpisahan untuk jenazah syahid Ayatullah Sayyid Ali Khamenei.
Mereka yang hadir di mushalla Imam Khomeini (qs) sedang menunggu jenazah suci pemimpin syahid revolusi memasuki tempat tersebut.
Tempat yang dirancang di mushalla dimana jenazah suci pemimpin syahid dan keluarganya yang gugur disemayamkan dihiasi dengan ayat mulia:
قُلْ إِنَّمَا أَعِظُكُمْ بِوَاحِدَةٍ أَنْ تَقُومُوا لِلَّهِ مَثْنَىٰ وَفُرَادَىٰ
“Katakanlah: "Sesungguhnya aku hendak memperingatkan kepadamu suatu hal saja, yaitu supaya kamu menghadap Allah (dengan ikhlas) berdua-dua atau sendiri-sendiri” (QS. As-Saba: 46)
Suasana di mushalla Imam Khomeini (qs) dipenuhi dengan lantunan Alquran, lantunan elegi, dan kehadiran banyak pelayat, serta berbagai lapisan masyarakat dari seluruh negeri yang hadir dalam ritual ini. Pada pukul 7:30, lagu kebangsaan Republik Islam Iran diputar di lokasi upacara, dan para peziarah ikut bernyanyi.

Betapa agung dan memilukan perpisahan ini. Jalanan hening, tetapi dalam keheningan ini, ada seruan yang datang dari lubuk jiwa.
"Harus bangkit"; ini adalah slogan utama upacara tersebut, yang, seperti resonansi surgawi, terukir pada sisa-sisa hari ini.
"Kepalan tangan" adalah simbol resmi perpisahan ini; simbol dari tangan ayah yang sama yang tidak pernah gemetar menghadapi badai dan tetap teguh hingga napas terakhir.
Kerumunan itu adalah gelombang orang-orang yang berduka yang mengalir dari setiap gang dan jalan. Mata yang berkaca-kaca dan tangan yang terangkat ke langit sebagai tanda kesetiaan pada cita-citanya menciptakan pemandangan yang abadi. Sementara itu, lantunan doa dan ayat-ayat dari Alquran terdengar dari kerumunan; ayat-ayat suci yang terjalin dengan semangat luhur Imam syahid ini dan orang-orang yang tahu bahwa beliau selalu akrab dengan Alquran sepanjang hidupnya. Bacaan-bacaan ini bukan hanya suara kesedihan tetapi juga suara kebangkitan semangat baru yang telah mengalir dari darah suci ini.

Madah-madah sipil, dengan puisi-puisi yang muncul dari lubuk hati, membelah langit yang berdebu ini dan menyeru setiap pendengar untuk bangkit demi kebenaran dan pembalasan. Suara Husain atau Zainab bercampur dengan tangisan tak henti-hentinya dari rakyat, dan ratapan pemimpin orang-orang merdeka di dunia ini menaungi dukacita ini dengan bayangan Asyura yang lain; betapa indahnya perpisahan ini terjadi di bulan Muharram, bulan kemenangan darah atas pedang.
Perpisahan ini bukan sekadar perpisahan, melainkan pendahuluan menuju kemenangan yang nyata, perjanjian yang diperbarui dengan sebuah sekolah yang kini telah disirami darah syahidnya, pembaruan perjanjian dengan manusia super agung dunia Islam yang berdiri teguh melawan tirani zaman dan para penjahat yang arogan serta tidak mengabaikan jalan kebenaran dan keadilan sedetik pun; "Harus bangkit" karena darah ini begitu mendidih sehingga tidak akan lagi membiarkan ketenangan dan keheningan di hati orang-orang merdeka di dunia.
Sebagai kelanjutan dari upacara tersebut dan mengingat banyaknya penekanan dari pemimpin syahid revolusi tentang pentingnya membaca Alquran dan mendalami Alquran, pembacaan Alquran dibawakan oleh Younes Shahmoradi, seorang qari internasional Iran.
Meskipun cuaca sangat panas, kerumunan orang tidak hanya tidak berkurang, tetapi justru bertambah dari waktu ke waktu. Orang-orang ini berteriak serempak di alun-alun bahwa membalas darah pemimpin syahid adalah satu-satunya jalan yang akan memberi mereka ketenangan pikiran.

Hal menarik lainnya dari upacara tersebut adalah kehadiran warga Pakistan dalam upacara perpisahan jenazah suci pemimpin syahid negara Islam di mushalla Teheran. Upacara perpisahan jenazah suci pemimpin syahid revolusi akan berlangsung hingga pukul 20.00 hari ini, Minggu, 5 Juli, dan besok pagi, shalat jenazah pemimpin syahid revolusi akan diadakan di mushalla Imam Khomeini (qs) di hadapan masyarakat dan para pejabat.
Acara tasyyi’ jenazah pemimpin syahid revolusi dan keluarganya akan diadakan di Teheran pada hari Senin, 6 Juli. (HRY)