IQNA

Syekh Nuaina: Kompetensi dan Penguasaan Adalah Kriteria Penerimaan Para Qari di Radio Mesir

9:41 - July 15, 2026
Berita ID: 3483857
Ustad Ahmad Nuaina
IQNA - Mengenai kriteria pemilihan qari di Radio Mesir, Syekh Ahmad Nuaina, seorang qari medis Mesir, menyatakan: "Tidak ada diskriminasi dalam komite seleksi, dan satu-satunya kriteria penerimaan adalah kompetensi dan penguasaan teknik."

Menurut Iqna mengutip Misri al-Youm, Syekh Ahmad Nuaina, seorang qari Alquran terkemuka dan Syekh al-Qurra Mesir, menjelaskan detail dan mekanisme pemilihan qari untuk Radio Mesir, menekankan bahwa tidak ada favoritisme atau diskriminasi dalam komite seleksi; melainkan, satu-satunya kriteria penerimaan adalah kompetensi dan penguasaan teknik, untuk melestarikan posisi dan kepemimpinan historis Mesir di bidang tilawah Alquran.

Dalam sebuah wawancara dengan Nafe’ al-Taras, pembawa acara program “Warga Negara dan Pejabat” di saluran satelit Shams, Syekh Nuaina menyatakan bahwa jalan yang benar bagi setiap talenta Alquran dimulai dengan menghafal Alquran secara lengkap dan menguasai aturan tajwid, kemudian dilanjutkan dengan mengikuti ujian masuk Radio Alquran, yang tunduk pada standar yang sangat ketat.

Ia menjelaskan bahwa tujuan panitia ujian bukan hanya untuk menemukan suara yang indah, tetapi mereka mencari seorang qari yang memiliki kepribadian Qurani yang komprehensif; seseorang yang memiliki kemampuan untuk tampil dengan seimbang, mengambil napas panjang, dan menjaga ketenangan serta penguasaan selama tilawah langsung.

Syekh Nuaina menyatakan: “Kami mencari seorang qari yang handal dan tak tertandingi (seperti buldoser di bidang tilawah), bukan hanya seorang qari dengan suara yang bagus”.

Ia menambahkan bahwa tahapan tes dimulai dengan penilaian kualitas suara, diikuti dengan tes hafalan Alquran yang terdiri dari 30 pertanyaan (satu pertanyaan dari setiap juz) dan akhirnya tes rekaman suara untuk menilai kesesuaian individu tersebut untuk siaran radio.

Qari dokter asal Mesir itu menekankan bahwa tes-tes ini sangat ketat, karena panitia menguji kandidat sesuai dengan kriteria tilawah maktab otentik Mesir.

“Dalam beberapa tahun terakhir, tidak ada qari Alquran baru yang disertifikasi karena para pelamar tidak mampu mencapai skor yang sesuai,” ujarnya. (HRY)

 

4363769

captcha