Menurut Iqna, media-media Irak melaporkan bahwa markas besar pasukan Amerika di dekat Bandara Erbil di Wilayah Kurdistan di Irak utara menjadi sasaran.
Sejumlah laporan menunjukkan bahwa sistem pertahanan AS telah diaktifkan untuk mencegat dan menangkal serangan pesawat tak berawak di langit di atas Erbil.
Sumber lokal juga melaporkan ledakan baru di pangkalan militer AS di Bahrain dan Qatar, termasuk ledakan di pangkalan AS di Al-Udeid, Qatar.
Kementerian Pertahanan Qatar mengumumkan dalam sebuah pernyataan, menurut Kantor Berita Resmi Qatar (QNA): "Angkatan bersenjata mencegat dan memukul mundur serangan rudal terhadap pemerintah Qatar kemarin pagi".
Kementerian Dalam Negeri Qatar juga mengaitkan serangan itu dengan Iran, mengklaim bahwa otoritas keamanan negara telah memulai protokol resmi mereka menyusul serangan Teheran kemarin pagi.
Sumber-sumber Arab juga melaporkan ledakan hebat di Pangkalan Angkatan Laut Kelima AS di Bahrain. Di sisi lain, beberapa pengguna Arab menulis bahwa pasukan keamanan Bahrain ditempatkan di jalan menuju Jembatan Raja Fahd, yang menghubungkan Bahrain dengan Arab Saudi, dan beberapa ambulans bergerak menuju jembatan tersebut.
Di sisi lain, rudal Iran menghancurkan Udara Muwaffaq Salti (MSAB) di Yordania timur, salah satu pangkalan utama AS di kawasan itu.
Kantor berita Palestina Sama juga mengumumkan bahwa radar militer AS di Kuwait menjadi sasaran Iran. (HRY)