IQNA

Permintaan Pengembalian Alquran Pribadi Milik Pemimpin Anti-kolonial Guinea dari Prancis

8:52 - July 23, 2026
Berita ID: 3483909
Permintaan pengembalian Alquran pribadi
IQNA - Guinea telah mengajukan permintaan kepada Prancis untuk mengembalikan Alquran pribadi milik Samori Touré, salah satu pemimpin dan pejuang heroik paling terkemuka yang melawan perluasan kolonialisme Prancis di Afrika Barat.

Menurut Iqna mengutip Arabi 21, Guinea telah bergabung dengan sejumlah negara yang berupaya mendapatkan kembali sebagian warisan budayanya di luar negeri, dan telah mengajukan permintaan kepada Prancis untuk mengembalikan Alquran pribadi Samore Lafiya Toure, salah satu pemimpin terkemuka perlawanan terhadap ekspansi kolonial Prancis di Afrika Barat.

Manuskrip tersebut saat ini disimpan di Museum Angkatan Darat di Paris dan dijarah oleh tentara Prancis setelah penangkapan Samori Touré pada tahun 1898 dan pengasingannya ke Gabon, bersama dengan barang-barang terkait lainnya.

دستگیری ساموری توره در سال 1898 م

Permintaan Guinea merupakan bagian dari upaya internasional untuk mengembalikan dokumen, manuskrip, dan buku yang diambil dari negara asalnya selama masa kolonial.

Negara-negara lain, termasuk Ethiopia dan Indonesia, juga telah mengajukan permintaan untuk mengembalikan artefak dan dokumen bersejarah yang disimpan di lembaga-lembaga Eropa.

Permintaan Guinea tidak terbatas pada Alquran Samori Touré dan, menurut Le Monde, merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk mengembalikan warisan tertulis yang saat ini disimpan di Prancis.

Guinea juga menuntut pengembalian manuskrip dan dokumen yang berkaitan dengan sejarah negara itu, beberapa di antaranya ditulis dalam bahasa Arab atau khat Arab. Otoritas Guinea menganggap manuskrip-manuskrip ini sebagai bagian dari tradisi intelektual, keagamaan, dan sastra yang kaya yang berkembang di Afrika Barat sebelum era kolonial.

Langkah ini menyusul kunjungan Menteri Kebudayaan, Pariwisata, dan Industri Tradisional Guinea, Moussa Moïse Sylla, ke Museum Angkatan Darat di Paris pada pertengahan bulan, di mana delegasi Guinea mempelajari tentang Alquran, yang merupakan bagian dari koleksi museum tersebut.

Manuskrip Alquran tersebut telah disimpan di Prancis selama beberapa dekade, bersama dengan barang-barang lain milik Samori Touré.

Kasus Alquran Samori Touré bermula pada tahun 1968, ketika Ahmed Sékou Touré, presiden pertama Guinea, meminta Prancis untuk mengembalikan Alquran, pedang, dan jubah tradisional pemimpin tersebut ke negara itu pada peringatan 10 tahun kemerdekaan negara tersebut. (HRY)

 

4365500

captcha