Kru Berita Iqna cabang Turki melaporkan, bahwa para demonstran mengutuk sikap double standard yang dilakukan oleh pemerintah Turki dalam memberlakukan kebebasan dan diskriminasi yang mereka lakukan pada para kaum wanita dan pelajar putri yang mengenakan pakaian islami (jilbab)
Pada akhir demonstrasi dibacakan tuntutan para demonstran yang isinya antara lain: hari ini dimana dimulai pendaftaran masuk ke perguruan tinggi maka kami menyatakan kutukan kami atas prilaku kementrian pendidikan dan pelajaran yang melakukan diskriminasi atas para mahasiswi yang mengenakan pakaian islami.
Mereka juga harus tahu, bahwa dengan pelarangan mengenakan jilbab di sekolah dan perguruan tinggi mereka tidak akan berhasil mencegah pemudi muslimah untuk menuntut ilmu dan belajar.
Sesuai survey yang dilakukan sekitar 90 % dari penduduk Turki menganggap pelarangan jilbab adalah sebagai sebuah diskriminasi dan perbuatan menyalahi hukum.