Kru Berita Iqna, melaporkan, bahwa pada khotbah Jum’atnya Syaikh Hasyemi menjelaskan tentang politik adu domba musuh dan imprealisme internasional dalam rangka memporak-porandakan persatuan dan kesatuan kaum muslimin. Kemudian beliau memberikan analisa bahwa sebab musabab yang mendorong mereka untuk melakukan hal itu adalah adanya beberapa gerakan di dunia Islam yang merupakan salah satu berkah dari kemenangan Revolusi Islam di Iran. Sebab semua itu menjadikan para imprealisme barat takut dan menganggapnya sebagai rival baginya.
Pada kesempatan lainnya beliau juga menyinggung tentang dialog yang terjadi antara dirinya dengan DR Yusuf Qardhawi sambil memohon kepada para ulama dan penulis di seluruh dunia, baik dari kalangan Syiah atau Ahlussunnah agar memperhatikan dengan serius isu persatuan dan kesatuan kaum muslimin.
Hendaknya kaum muslimin khususnya para ulama mereka tidak terjerumus pada upaya-upaya yang menjadikan usaha musuh Islam khususnya Amerika berhasil. Karena bila itu terjadi, maka akan sangat berbahaya bagi persatuan dan kesatuan kita sebagai sebuah umat yang satu.
Sebagaimana Khatib Jumat di Tehran ini juga berbicara tentang peringatan Syahid Mahallati yang menurutnya merupakan bukti yang nyata akan partisipasi ulama dalam politik dan perjuangan.
Di akhir khotbahnya beliau juga menyebutkan tentang pemilu para ahli (khobregan) yang diikuti oleh rakyat Iran dalam jumlah yang sangat banyak. Semua itu menunjukkan akan tingginya kesadaran politik rakyat Iran, tambahnya.