Hujjatul Islam Mohammad Hadi Yusufi Gharawi dalam wawancaranya dengan Iqna menjelaskan tentang metode penafsiran ayat-ayat yang berbicara tentang masalah ilmiah (since) di dalam Al Quran menyampaikan hadits di atas dan menambahkan, bahwa pada saat turunnya Al Quran dan beebrapa tahun setelahnya berkenaan dengan ayat-ayat yang memiliki kandungan ilmiah (since) merupakan hal yang misteri bagi kebanyakan masyarrakat muslim pada saat itu, namun Imam Ali menegaskan, bahwa akan ada pribadi-pribadi yang akan menguak hal itu pada zaman yang akan datang dengan perkembangan ilmu pengetahuan.
Selanjutnya beliau menjelaskan, bahwa dengan perkembangan ilmu pengetahuan banyak para peneliti tafsir yang berusaha untuk mengumpulkan ayat-ayat yang tadinya merupakan misteri bagi para ahli tafsir di zaman dahulu namun kemudian dijelaskan dengan perkembangan ilmu pengetahuan modern.
Di antara yang terkenal melakukan hal itu adalah Syaikh Thanthawi dalam kitabnya yang diberi nama " AL Jawahir" beliau adalah seorang penulis Mesir. pada sekitar 60 tahun yang lalu banyak para peneliti Tafsir yang menganggapnya terlalu berlebihan dan memaksakan untuk menerapkan perkembangan ilmu pengetahuan dengan beberapa ayat AL Quran.
Anggota team keilmua Yayasan Penelitian Imam Khomeini itu menyatakan, bahwa kita tidak boleh memejamkan mata pada kwalitas di saat kita melihat pada kwantitas ada cela nya.
beliau juga menyebutkan, bahwa tafsir lain yang juga demikian dan bisa diterima dalam banyak hal yaitu "Al Quran wal Ilmul Hadiyts" di Iran sendiri sejak sebelum revolusi ada Syaikh Mustafa Zamani
yang menulis beberapa makalah berkenaan dengan ayat-ayat ilmiah yang diterbitkan dalam majalah "Danisymand"
Namun pada saat yang sama Syaikh Hadi yang merupakan anggota Team Akademis Fakultas Quran di Sekolah Tinggi Imam Khomeini juga mengingatkan, bahwa kita tidak bisa menerima secara membabi buta semua penafsiran tentang masalah ayat-ayat ilmiah yang diterapkan pada penemuan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan tidak bisa pula menolaknya dengan membabibuta.
Tambah beliau, kelebihan dan mukjizat Al Quran haruslah diungkap dalam berbagai sisi sesuai dengan perkembangan zaman. Syaikh Muhammad Jawad Balaghi, menyebutkan hal itu dalam mukaddimah tafsirnya Ala ur Rahman, bahwa salah satu mukjizat Al Quran dan dianggapnya paling kontemporer adalah mukjizat yang berhubungan dengan masalah-masalah ilmiah dan since.
Memperjelas maksud dari mukjizat Quran yang berhubungan dengan ayat-ayat ilmiah itu menurut beliau adalah adanya hal yang telah diungkap oleh nabi melalui wahyu dari Tuhan di zaman orang saat itu, yaitu 14 abad yang lalu sama sekali tidak memahami hal itu. sehingga tidak mungkin itu adalah buatan Nabi sendiri, namun itu menjadi pendukung, bahwa wahyu itu dari Tuhan yang Maha Tahu akan segala sesuatu termasuk yang akan diungkap di kemudian hari oleh para ahli ilmu pengetahuan.