IQNA

13:40 - May 30, 2007
Berita ID: 1549990
Tidak mengetahuinya kebanyakan umat Islam akan hal-hal yang mempersatukan mereka ditambah dengan ulah tanga-tangan musuh merupakan penyebab perselisihan di antara mereka
Imam Jumat Mesjid Besar di Washington dalam wawancaranya dengan Iqna mengatakan hal itu dan menambahkan, bahwa perbedaan pendapat dan perselisihan antar kelompok di dalam Islam diakibatkan oleh interpretasi yang berbeda-beda akan teks sejarah. dan tidak ada yang merupakan perbedaan esensial di antara mereka.

Khatib yang juga anggota kelompok pemikir Islam Modern juga mengatakan, bahwa kurangnya kesadaran pihak-pihak yang terlibat perselisihan merupakan faktor utama munculnya perselisihan internal kaum muslimin. karenanya bukan hanya dua orang dari dua kelompok yang berbeda saja akan berselisih, bahkan dua orang dari satu kelompok juga akan berselisih, jika masing-masing dari mereka menjadikan yang lainnya sebagai pesaing dan musuh, sehingga pada akhirnya mereka akan menyendiri dan tidak bisa bekerja sama dan bersatu.

Selanjutnya, tentu juga ada tangan-tangan musuh yang memainkan peran dari balik layar dalam rangka memanfaatkan kurangnya pengetahuan kaum muslimin yang satu dengan yang lain, khususnya dengan menumbuhkan perselisihan di antara rakyat Irak. mereka adalah orang-orang yang memanfaatkan kekuasaan dan kelicikan politiknya, khususnya hegemoni dan imprealisme barat dan zionisme Israel.

Anggota asosiasi ulama pendekatan madzhab-madzhab Islam menegaskan, bahwa yang harus dilakukan oleh kaum muslimin saat ini adalah berusaha sekuat tenaga untuk melakukan langkah-langkah yang akan mendekatkan kaum muslimin dan mempererat hubungan satu sama lain di antara mereka.

Suatu hal yang aksioma, bahwa tidak mungkin semua kelompok dalam Islam akan sepakat dalam semua hal, khususnya masalah furu'udin yang merupakan hasil interpretasi para ulama, namun diharapkan perbedaan pendapat tersebut tidak menghasilkan perselisihan.

127920
Nama:
Email:
* Komentar Anda:
* captcha:
\