Iqna merilis dari Gulf Times, bahwa Ayatullah Sistani mengutuk setiap tindakan kekerasan dan bertentangan dengan prikemanusiaan. beliaupun memfatwakan agar menghentikan segala kontak senjata dan konflik.
Pemimpin umat Syiah ini juga menyuruh seluruh rakyat Irak untuk mempergunakan seluruh kekuatan yang dimilikinya dalam rangka menghidarkan diri dari terjadinya berbagai tragedi baru yang tidak diharapkan oleh semua pihak.
Pada saat yang sama Muqtada Sadr, juga dikabarkan mengharapkan agar suasana lebih kondusif dan tenang.
Dikabarkan, bahwa Sayyid Sistani mengeluarkan kecaman tersebut setelah dikabarkan adanya penyerangan terorisme oleh orang-orang tak dikenal terhadap sebuah mesjid kuno Ahlussunnah yang bernama Mesjid Thalhah bin Ubaidillah.
Pasca tragedi tersebut pemerintah Irak mengumumkan diberlakukannya kondisi darurat militer selama empat hari.
134587