Hojjatul Islam Wal Muslimin Ali Ridha A’rafi, Ketua Internasional Center For Islami Studies (ICIS) dalam wawancaranya dengan Iqna menyampaikan berbagai keutamaan sifat dan aktivitas Ayatullah Misykini serta menambahkan, bahwa beliau dalam beberapa tahun sebelum kemenangan revolusi merupakan sebuah kiblat dalam bidang akhlak dan revolusi.
Pada zamannya menurut pengakuannya, beliu telah memenuhi kebutuhan para pelajar Hauzah dan generasi muda Iran secara umum pada siraman rohani Akhlak dan spirit revolusi.
A’rafi memberikan kesaksian, bahwa dengan meninggalnya Ayatullah Misykini, maka telah hilang salah satu pilar utama akhlak dan keilmuan serta spiritual Hauzah secara khusus dan masyarakat Iran secara umum.
Ketua ICIS juga menjelaskan tentang beberapa sifat utama Almarhum, diantaranya adalah bahwa kelas akhlaq beliau adalah faktor utama yang sangat efektif untuk mendidikn dunia spiritual setiap pelajar hauzah yang hadir, selain tentunya kesucian hati dan akhlak ilhiyah beliau sendiri.
Ciri khas beliau yang lain adalah konsentrasi beliau pada Al Quran yang hal itu dapat disaksikan dalam kelas-kelas Bahtsul Kharij beliau, kelas-kelas tafsir beliau serta penerbitan yang memberikan konsentrasi khusus yang beliau pimpin yaitu penerbitan Al Hadi, tambahnya.
Guru besar Hauzah ini juga memberikan kesaksian, bahwa Ayatullah Misykini adalah seorang mujahid di jalan Tuhan baik dalam tindakan dan ceramah beliau. Sejak awal beliau bersama para pelajar muda di bawah komando Imam Khomeini menanggung berbagai derita demi kemenangan revolusi.
Keutamaan Ayatullah Misykini yang lain adalah, bahwa beliau adalah orang yang selalu ingin melaksanakan tugas suci yang ada di pundaknya. Di saat beliau mendapatkan sudah banyak yang telah melaksanakan tugas sebagai marja’ maka beliau melakukan tugas lain dengan secara aktif memimpin Dewan Para Ahli, yang merupakan sebuah dewan paling sensitif dan urgen di dalam sistem pemerintahan Islam Iran.
150028