Iqna: pada sarasehan ilmiah yang diselenggarakan hari Sabtu yang lalu di ruang pertemuan Iqna dengan dihadiri oleh Hojjatul Islam Wal Muslimin Murtadha Muhsini, ketua divisi Humas Seminar Nasional Para Peneliti Al Aquran Hauzah dan Perguruan Tinggi, Al Quran dan Ilmu modern, begitu juga Husein Abidiniy, konsultan perencanaan program penelitian Al Quran di hauzah dan Perguruan Tinggi mengatakan, bahwa para anggota SC adalah anggota SC yang lalu tanpa ada perubahan, kecuali bagi mereka yang memang sudah pindah tugas.
Muhsini menegaskan, bahwa proyek penulisan kitab Tafsir Al Quran dan ilmu Modern telah dimulai dengan pembentukan team yang diketuai oleh DR Mohammad Ali Ridhai Isfahani dan sebagai konsultannya DR Bi Ozor Syirazi.
Muhsini menjawab pertanyaan tentang keberatan dan gugatan beberapa orang intelektual yang mempertanyakan metode tafsir ini, mengatakan, bahwa sudah menjadi salah satu tugas para ulama ahli tafsir untuk memberi jawaban kepada pertanyaan dan protes seperti itu.
Berkenaan dengan penilaian makalah yang telah masuk ke panitia ia mengatakan, bahwa pertama SC membaca makalah tersebut dan menentukan kelayakannya dengan standar dasar sebuah makalah kemudian diserahkan kepada komisi akademik di perguruan-perguruan tinggi Al Quran dan setelah diperbaiki dari berbagai kekurangan ditetapkan oleh SC untuk menjadi makalah yang layak untuk disampaikan di seminar.
Diatanya tentang tingkatan intelektual para juri dan penilai beliau mengatakan, bahwa mereka merupakan gabungan dari para ahli tafsir dari Hauzah dan dari perguruan tinggi. setiap ketua kelompok diketuai oleh seorang pemegang strata tertinggi Perguruan tinggi sedangkan anggotanya pemegang ijazah S 2.
Abidini menyebutkan, bahwa hubungan antara AL Quran dengan ilmu-ilmu Humaniora telah banyak dibahas dan dilakukan penelitian, namun berkenaan hubungannya dengan sains sedang dilakukan dengan serius dan fokus.
Ia juga menjelaskan, bahwa Ayatullah Jawadi Amuli dan Ayatullah Syaikh Nasir Makarim Syirazi merupakan para pengawas atas proyek yang sedang dikembangkan dan makalah yang masuk juga diserahkan kepada 20 orang guru besar Hauzah untuk dimintai pendapatnya.
163574