IQNA

Faktor-Faktor Penyebab Terjadinya Perbedaan Pendapat dalam Hal Penentuan Awal Bulan Ramadhan

8:56 - September 14, 2007
Berita ID: 1581235
Diantara yang menyebabkan adanya perbedaan pendapat dalam penentuan awal bulan Ramadhan adalah perbedaan fatwa dan kesaksian para saksi serta yang pendapat para ahli astronomi
Hojjatul Islam Wal Muslimin Ali Ridha Muwahhid Nijad, Ketua Pusat Penyusunan Kalender Universitas Tehran dan Ketua Lembaga Team Pemantau Hilal Awal Bulan dalam wawancaranya dengan Iqna menerangkan tentang cara pemantauan hilal di Iran dan beberapa negara Islam lainnya.

Ia menambahkan, bahwa ada sebagian negara seperti Libia yang tidak menjadikan rukyah sebagai barometer dan penentu awal bulan, namun menggunakan metode perhitungan ilmiah, karenanya ia bisa memastikan jauh hari sebelumnya kapan dimulainya puasa.

Kaedah yang digunakan oleh para pakar di Libia adalah, bila disaksikan sehari sebelumnya terjadi konjungsi antara bulan dan matahari sebelum munculnya fajar yang menandai adzan subuh di titik paling timur Libia, maka bisa dipastikan masuknya awal bulan, karenanya hari Rabu, 12 September sudah dianggap sebagai awal bulan Ramadhan, namun mayoritas negara Islam lain menjadikan rukyah hilal sebagai barometer yang menentukan awal bulan. Baik untuk bulan Ramadhan atau Syawal. Walaupun yang ditulis di kalender adalah perkiraan atas munculnya hilal.

Muwahhid Nejad menjelaskan, bahwa salah satu faktor penyebab perbedaan penentuan adalah perbedaan dalam fatwa, dimana sebagian ulama meyakini, bahwa jika hilal telah disaksikan di satu negara di dunia, maka dapat menjadi dasar penetapan di seluruh negara lainnya. Adapun sebagian yang lain tidak meyakini demikian.

Penyebab lain, menurutnya adalah perbedaan pendapat para saksi, artinya bisa saja ada dua orang saksi karena dianggap adil dan bukan pembohong, maka kesaksiaannya diterima oleh para ulama, walaupun ada kemungkinan mereka salah melihat, sementara ada juga yang mengharuskan kesaksian banyak saksi.

Problema yang lain adalah jika terjadi perbedaan pendapat antara kesaksian saksi yang melihat dengan teori para ahli astronomi, yang manakah yang bisa dijadikan sandaran dan barometer? Ketika kita tanyakan kepada para ulama, jawaban mereka pun berbeda-beda inipun merupakan sebab lain munculnya perbedaan dalam penentuan awal bulan Ramadhan.

Berkenaan dengan perbedaan waktu dan letak geografis antara dua negara atau lebih dalam penentuan awala bulan, anggota team akademik Universitas Sains dan Tekhnologi Syarif menjelaskan, bahwa tidak merupakan keniscayaan kesatuan garis vertikal dua negara dan berada dalam setengah hari yang sama akan menjadi sama dalam penentuan awal bulan, sebab letak di sebelah barat dan timur negara yang melihat hilal itu juga penting untuk menjadi penentu.

Muwahhid Nejad juga menjelaskan tentang keberhasilan para pakar astronomi Iran memantau hilal dalam beberapa tahun terakhir dengan bantuan alat bantu Telescop Sky bahkan lima tahun yang lalu dapat berhasil melihat hilal dalam bentuk yang paling kecil serta mendapatkan rekor dunia untuk hal itu.

165407

captcha