Iqna: Sina' Hasan Qabbanji, peserta seminar dan peneliti Al Quran dari Irak menyampaikan hal itu dalam makalahnya yang berjudul peran Syahidah Bintul Huda, adik kandung Sayyid Mohammad Baqir Sadr dan menambahkan, bahwa beliau saat itu memperjuangkan untuk membumikan budaya Al Quran dan ajarannya dengan mengajar di kampus-kampus di Bagdad dan Kadhimain, Irak.
Tidak cukup sampai disitu, beliau juga kemudian rela mengorbankan dirinya sebagai syahid dengan saudaranya di tangan penguasa Irak saat itu, dalam rangka memperjuangkan Al Quran dan ajarannya di bumi Irak.
Al Quran menurutnya adalah sebuah kitab suci yang sangat penting karena merupakan pedoman sempurna yang memberikan petunjuk untuk menjalani kehidupan dunia ini. larena itu pulalah menyebarkan ajaran suci ini sangatlah diperlukan dengan berbagai cara, diantaranya menyelenggarakan seminar dan sarasehan semacam ini.
Apa yang kita lakukan adalah dalam rangka memenuhi panggilan abadi AL Quran dan hadits-hadits Nabi, seperti : "Sesungguhnya Al Quran ini adalah petunjuk umat ke jalan yang benar" atau " aku tinggalkan kepada kalian dua pusaka yang kalian tidak akan tersesat selama-selamanya; yaitu Al Quran dan Ahlul Baytku. Begitu pula hadits yang berbunyi; sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari AL quran dan mengajarkannya, sebaik-baik umatku adalah yang mengemban amanah Al Quran dan melakukan shalat malam.
Al Quran adalah kitab suci yang dapat membahagiakan manusia di dunia dan akhirat di saat sebagian orang kebingungan mencari pedoman dan pegangan untuk menyelesaikan problema mereka.
Karenanya kita semua harus kembali kepada Al Quran dan meninggalkan berbagai fanatisme dan egoisme diri. perang saat ini adalah perang antara yang beragama dengan yang menolak agama, tegasnya.
Qabbanji pada akhir makalahnya juga menyebutkan tentang perkembangan positif berbagai kegiatan qurani di Irak pasca jatuhnya rezim Saddam dengan berdirinya berbagai yayasan dan pusat-pusat pendidikan Al Quran, diantaranya adalah Yayasan Al Anwar.
192819
.