Iqna merilis dari situs maa, bahwa Girt Woylidruz telah mengambil keputusan untuk memutar film yang mendeskripsikan Al Quran sebagai kitab yang berisikan fasisme dan mendorong para pemeluknya untuk melakukan tindakan terorisme.
Sebagai reaksi atas hal itu, mufti besar Palestina mengatakan, bahwa Al Quran sebagai wahyu Allah adalah kitab suci yang mengajarkan kasih sayang dan nilai-nilai modernisme bagi masyarakat dunia yang berupaya untuk merealisasikan kebahagiaan pemeluk semua agama.
Syaikh Muhammad Husain juga melanjutkan, bahwa melakukan pelecehan terhadap agama samawi yang dipeluk oleh jutaan manusia layak untuk dikutuk oleh para pemeluknya dan pelakunya layak untuk meminta maaf.
Melecehkan simbol-simbol kesucian Islam hanya akan menyulut api permusuhan, tambahnya.
196524.