IQNA

Keputusan Bersama Tentang Persatuan Tidak Bisa Diaplikasikan di Sebagian Negara Islam

8:40 - May 07, 2008
Berita ID: 1649826
Hasan Baghdadi: Perbedaan pandangan dalam hal penentuan skala prioritas di antara para ulama dan propaganda negatif imprealisme internasional menjadi penghalang untuk membumikan kepsepakatan bersama tentang persatuan di sebagian Negara Islam.
Iqna: Hasan Baghdadi, seorang ulama dari Lebanon dalam ceramahnya yang disampaikan pada konfrensi persatuan Islam ke XXI di Tehran, dua hari yang lalu menyebutkan hal itu dan menambahkan, bahwa persatuan islam adalah sebuah tema lama yang selalu diperdebatkan di kalangan para ulama namun yang harus diupayakan dalam seminar dan konfrensi semacam ini adalah persatuan umat Islam dalam rangka menghadapi berbagai konspirasi musuh.

Baghdadi yang membacakan makalah dengan judul mensosialisasikan “Perlawanan Islam” bahwa para ulama dan intelektuam muslim sejak zaman dahulu telah memperjuangkan persatuan Islam diantaranya Sayyid Jamaluddin Asadabadi.

Menurutnya, diantara yang membantu terlaksananya persatuan Islam adalah mengenal berbagai faaktor yang menjadi potensi pemicu tidak terlaksananya persatuan Islam, seperti kebodohan, kemunafikan, fitnah dan konflik.

Karena itulah Muqawamah Islami yang telah mempersembahkan darah para syuhada dalam rangka menggagalkan tujuan busuk Amerika dan Israel untuk menciptakan Tiur Tengah Raya, telah memberikan kontribusi besar dalam rangka merealisasikan persatuan Islam sebab merekalah penyebab utama segala perselisihan dan konflik, tegasnya.

Pada perang 33 hari Hizbullah dengan Israel sangat disayangkan sebagian Negara Arab menyalahkan Hizbullah dan kemudian melakukan berbagai kesepakatan dan perdamaian dengan Zionisme Israel, tambahnya.


247283
captcha