IQNA

Pembentukan Republik Islam Adalah Buah dari Pemikiran Imam Khumaini (ra)

5:54 - February 24, 2011
Berita ID: 2085653
Anggota Komisi Keamanan Nasional menyatakan bahwa pembentukan tata negara Republik Islam adalah buah dari pemikiran agama yang mendalam dan bernilai dari Imam Khumaini ra. Ia menambahkan, sebelum terjadinya revolusi Islam, beliau telah berpikir untuk menciptakan pemerintahan Islami dan menyusun rancangan-rancangannya.
Muhammad Karmi Rad, anggota Komisi Keamanan Nasional dan Dewan Parlemen Islam untuk politik luar negeri dalam wawancara beliau dengan kantor berita IQNA, menyatakan bahwa Imam Khumaini memiliki gagasan ini sebelum terjun ke dunia politik, tanpa peduli terhadap konsekuensi-konsekuensi yang akan membahayakan. Dalam pandangan Imam, dengan ketaqwaan menyebabkan manusia akan memasuki dunia politk yang akan memberikan manfaat bagi manusia.

Ia juga menjelaskan bahwa beliau memiliki gagasan untuk mewujudkan pemerintahan Islam jauh sebelum terjadi revolusi Islam dan memiliki rancangan untuk sebuah pemerintahan, yakni pemerintahan yang akan mampu menentang penguasa arogan. Wakil rakyat di Parlemen Kermansyah ini berpendapat bahwa undang-undang dasar adalah perjanjian nasional rakyat Iran, dengan mengatakan, “Imam telah memberi perhatian pada undang-undang dasar yang mengatur hak dan kewajiban para pejabat pemerintahan dan sipil, ini menunjukkan ketetapan janji mereka kepada pemerintahan Republik Islam.

Karmi menegaskan, Imam menganggap perpecahan merupakan faktor utama problema bagi umat Islam dengan mengatakan, “Dalam pandangan Imam bahwa perpecahan yang terjadi selama beberapa abad, tidak dapat mengembalikan kejayaan umat Islam di masa lalu dan terjadinya Revolusi Islam menyebabkan kaum muslimin lebih mengenal musuh bersama mereka, yakni penguasa yang arogan.

Di samping itu, beliau pun menjelaskan tentang pemikiran Imam yang berkaitan dengan generasi ini. Ia mengatakan bahwa rakyat Iran hanya ingin memperoleh kebahagian dunia dan akhirat melalui pemikiran-pemikiran Imam dan dunia saat ini lebih membutuhkan seorang pemimpin untuk menghadapi penguasa zalim, yang merupakan musuh besar bagi umat Islam.

Di akhir ceramahnya ia menyatakan, kita menyakini bahwa perjalanan era baru ke arah perlawanan bersama terhadap para penguasa diktator. Ini merupakan pemikiran Imam yang menjadi teladan bagi bangsa-bangsa di dunia ini.

745245
captcha