Laporan IQNA cabang Libanon: Syekh Mahir Hamud, Mufti Kota Shaida, dalam wawancaranya dengan stasiun berita Al Alam, menegaskan: para mufti Saudi Arabia, akan bertindak sesuai dengan perintah raja, dan hanya yang sesuai dengan keinginan raja negara ini mereka berbicara atau mereka akan diam.
Mufti ahli sunnah kota Shiida di Libanon menambahkan: para mufti Saudi Arabia bisa dianggap memiliki intervensi masuknya Amerika ke Irak, sementara mereka tidak mengeluarkan fatwa haram atas pemblukadean jalur Gaza oleh Husni Mubarak Presiden Mesir yang digulingkan.
Dia juga menegaskan: saya sangat mengutuk fatwa ulama Saudi, karena demonstrasi adalah hak agama dan bangsa untuk merealisasikan keinginan mereka.
Syekh Mahir Hamud juga menekankan: ketika bangsa Mesir bangkit maka dianggap tindakan durhaka setelah tindakan Husni Mubarak atas pembelukadean Gaza, penahanan warga Mesir, pencurian ribuan juta dollar dari harta bangsa negara ini, bagaimana hal ini masih dianggap bernilai?
Pada akhir pembicaraannya ulama ahli sunnah Libanon ini menegaskan:para demonstran Saudi menuntut sedikit hak asasi kemanusiaannya, dan minimal untuk mencapai hak-hak sah mereka yang telah dirampas selama puluhan tahun, mereka telah terinspirasi dari revolusi rakyat Mesir, Tunisia dan negara-negara Arab lainnya.
760259