IQNA melaporkan, Dewan Ahli Kepemimpinan Iran menanggapi pembantaian oleh penguasa negara regional dan arogansi global telah mengeluarkan teks pernyataan sebagai berikut:
Hari ini adalah hari bila sesiapa yang mendengarkan panggilan ‘Wahai kaum muslimin!’ ia tidak menjawab maka tidak dapat dikatakan ia sebagai orang Islam dan beriman. Hari ini adalah hari bahwa peristiwa menyakitkan dan berdarah di Afrika Utara, Timur Tengah dan khususnya para penguasa brutal Bahrain, Yaman dan Libya. Kemenangan manis pemberontakan terhadap penguasa zalim akan menyebarkan kepahitan para penguasa orogan di negara-negara kawasan muslim lainnya.
Hari ini bila seseorang tidak mendengar teriakan, ‘Apakah ada orang yang dapat menolongku?’ dari kaum muslim Bahrain, Libya, Mesir dan Palestina, maka ia tidak dapat disebut sebagai bagian dari kaum muslimin dan hari ini adalah hari ujian dia untuk memilih jalan kehidupannya di dunia ini.
Sangat disayangkan, penindasan berdarah kaum muslim Bahrain melibatkan pasukan keluarga kerajaan Saudi dan perlu dipertanyakan bahwa di manakah di dunia ini kaum tertindas dan mendapatkan tekanan dari pasukan asing mendapatkan legitimasi melalui diamnya ulama dan memberikan jaminan dari penguasa melalui cadangan minyak?
Beberapa ulama mengklaim kebebasan menyakini suatu mazhab di Bahrain adalah penyebab perpecahan dan adalah konflik antar suku, hingga membenarkan pembunuhan atas pengikut Ahlulbait as.
Apakah Syi'ah bukan Muslim? Apakah kaum muslim akan diminta pertanggung jawabanmereka atas kehadiran mereka di sisi Allah Maha Kuasa? Tentu saja kita tidak dapat mengalihkan perhatian atas kebangkitan mereka dan para penguasa yang menindas mereka yang terjadi di berbagai negara, serta tidak akan menjadi kafir melalui kemenangan mereka.
Dewan Ahli Kepemimpinan Iran bersama para ulama Islam serta perwakilan dari hauzah ilmiah berada di sisi kaum muslimin lainnya, menentang para penguasa zalim dan mendukung perjuangan rakyat Bahrain. Selain itu, mencegah para politisi dan pengamat serta upaya dari organisasi internasional atas keseriusan mereka menanggapi perlakuan yang tidak sah dan campur tangan asing.
770524