IQNA cabang Qom: Ayatullah Al Udzma Husain Nuri Hamadani 3 malam yang lalu (14 Mei) dihadapan anggota lembaga delegasi solidaritas rakyat Bahrain menekankan hal itu dan menambahkan, bahwa munculnya pemberontakan Islam di negara-negara yang timbul dengan kesadaran Islam adalah karena masyarakat telah lama terlelap dengan dalih adanya peranan para penguasa baik internal ataupun eksternal, hari ini mereka telah bangun dari tidur lelapnya dan menginginkan berhasil menuju hasil dari kebangkitannya.
Beliau menganggap bahwa dua slogan yang slalu di jaga oleh para penguasa yaitu hak-hak asasi kemanusiaan dan demokrasi, beliau juga mengatakan: Imam Khomaini Qs telah menunjukkan bagaimana langkah-langkah untuk membangunkan kaum Muslimin, beliau telah mengambilnya dari Al Qur’an dan dengan menggunakan ayat-ayat Al Qur’an maka Revolusi mencapai sebuah kemenangan.
Ayatullah al Udzma Nuri Hamadani selanjutnya menjelaskan tentang berbagai faktor penting yang menjadi pintu revolusi untuk kaum Muslimin dan menegaskan, bahwa diantara hal itu adalah nasionalisme, ajaran Islam dan keinginan menolak dominasi serta hegemoni yang sekaligus merupakan kunci yang terpenting untuk revolusi.
Nuri Hamadani juga menjelaskan bahwa kaum muslimin Bahrain sedang berusaha mencari jalan keluar untuk menyelamatkan diri dari kezaliman dan arogansi penguasa tirani yang para rezim penguasa menyerang mereka.
Pada saat yang sama beliau juga menegaskan, bahwa kaum Muslimin mengutuk turut andilnya Al Suud dalam tragedi Bahrain dalam rangka menggagalkan kebangkitan kaum muslimin Bahrain.
Marja’ taklid ini menjelaskan, bahwa sangat disayangkan Saudi Arabia yang setiap tahunnya memberikan hadiah kepada jamaah haji jutaan ekslamper Al Qur’an, tetapi sama sekali mereka tidak mengamalkan pesan-pesannya.
Beliau juga menambahkan, bahwa apa yang kita lakukan adalah sebatas mengingatkan mereka untuk kembali berpegang teguh dengan berbagai ayat di dalam Al Quran dan Sunnah, namun mereka menuduh kita telah melakukan intervensi dalam tragedi Bahrain, sementara mereka sendiri yang telah mengirim militer dan terlibat langsung dalam terjadinya krisis kemanusiaan di Bahrain tidak dianggap sebagai sebuah intervensi?
Ayatullah Al Udzma Nuri Hamadani menjelaskan bahwa Al Suud seutuhnya berada dibawah kekuasaan Amerika, menurutnya bahwa jalan terang untuk keluar dari penguasa zalim adalah dengan berpegang pada Al Qur’an dan Sunnah.
Kami tidak bisa diam menghadapi gerakan kezaliman Al Suud, Al Khalifah dan penguasa zalim dunia di negara-negara Islam, tegasnya.
Karenanya sudah menjadi keharusan segera upaya membentuk pengadilan kaum Muslimin internasioanal.
791950