IQNA merilis dari surat kabar Al Intiqad yang terbit di Lebanon, bahwa Hamam Said, Ketua Umum Kelompok Gerakan Ikhwanul Muslimun Yordania menyampaikan hal itu dan menambahkan, bahwa sudah sepantasnya pemerintah Yordania mengambil sikap seperti itu karena negaranya selalu menjadi sasaran penyerangan, ancaman dan pelecehan dari rezim zionisme Israel.
Selain itu menurutnya sudah menjadi sebuah keniscayaan atas adanya berbagai ancaman yang dilakukan oleh Zionisme Israel terhadap Yordania, dibatalkannya perjanjian yang pernah ditandatangani oleh Yordania yang dikenal dengan perjanjian "Wadi urbah" dan "Camp David"
Hamam Said juga menegaskan, bahwa diantara yang dilakukan oleh rezim zionis atas Yordania serta tidak memperdulikan kedaulatan Yordania adalah penyerangan terus menerus ke Al Quds serta beberapa kawasan jajahan lainnya, tidak konsistennya zionisme israel untuk menghormati hak-hak rakyat Palestina serta gangguan dan ancaman yang selalu dilakukan di perbatasan dengan para tetangga.
Pada surat pernyataan itu pula Hammam Said memprotes Mesir yang tidak menunjukkan sikap tegas atas apa yang dilakukan oleh Zionisme Israel yang memiliki perbatasan dengannya dan menyebabkan beberapa orang Mesir tewas.
Hal ini menunjukkan, bahwa tidak banyak terjadi perubahan pada pemegang otoritas saat ini dengan sebelum nya, sebagaimana hal ini menunjukkan betapa ketakutan diri dan lemahnya mental mereka berhadapan dengan rezim zionis telah merasuki dan menguasai mereka, tambahnya.
854308