IQNA merilis dari situs berita Jakarta Globe menyebutkan hal itu dan menambahkan, bahwa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan provinsi Bengkulu akan menggunakan buku pegangan IQRO' sebagai metode cara belajar membaca Al Quran dengan cepat dan praktis.
Yasarliyn, Ketua Departemen pendidikan Bengkulu mengatakan, bahwa program penambahan ini dilakukan karena sangat disayangkan sebuah realitas yang tidak perlu kita tutup-tutupi hingga saat ini masih banyak pelajar hingga mahasiswa yang belum bisa membaca Al Quran.
Padahal membaca Al Quran itu bagi seorang muslim adalah sebuah keharusan, tegasnya.
Menurut sebuah penelitian tidak kurang dari 70 % pelajar tingkat dasar, menengah dan atas yang tidak bisa membaca Al Quran, tambahnya.
Saat ini lebih dari 255 ribu peserta didik yang sedang duduk di bangku sekolah dasar, menengah dan atas yang tahun depan semua mereka akan mendapatkan tambahan waktu belajar membaca Al Quran.
Program ini akan dilakukan oleh departemen pendidikan dengan bekerjasama dengan beberapa institusi keagamaan dan seperti mata pelajaran lainnya akan dinilai dan dimasukkan dalam raport yang mempengaruhi kenaikan kelas dan kelulusan, jelasnya.
859061