IQNA mengutip laporan dari Kantor Berita al-Alam, mantan Presiden Yaman Selatan Ali Nasser Muhammad kemarin (18/09), di hari kedua dan hari terakhir dari Konferensi Internasional ke-I ‘Kebangkitan Islam’ di IRIB Teheran, menyatakan bahwa Islam menentang sikap fanatik, ekstremisme agama dan terorisme Islam yang dialamatkan Barat kepada Islam.
Ali Nasser Muhammad menyoroti tentang definisi terorisme yang bertujuan untuk menunjukkan perbedaan antara terorisme dan perlawanan yang sah terhadap penindasan bangsa-bangsa, mendapatkan hak atas tanah dari penjajahan.
Mantan presiden Yaman Selatan mengatakan bahwa Revolusi Islam di Iran telah mengubah strategis untuk menghasilkan kekuatan baru di tubuh umat muslim dan pembebasan dari para tirani.
Dia menegaskan bahwa kebangkitan Islam ini telah dimulai di negara-negara Arab dan bangsa-bangsa yang menginginkan kebebasan dan martabat. Beliau pun menyatakan bahwa revolusi Islam menunjukkan atas kebangkitan massa untuk berjuang melawan penindasan, tirani dan korupsi.
Konferensi Internasional ‘Kebangkitan Islam’ ini adalah pertama kali diadakan pada Sabtu kemarin (17/09), dengan pidato Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Iran Imam Khamenei dan menghadirkan lebih dari enam ratus pemikir dari seluruh dunia di IRIB Tehran dan telah ditutup kemarin oleh pidato Presiden Mahmoud Ahmadinejad.
863037