IQNA mengutip dari situs internet Al Jazirah: Ali Abdullah Sholeh kemaren sore 10 November, dalam sebuah pidato disalah satu televisi yang menyebutkan bahwa para oposisi negara ini menamakan dengan sebuah dialog untuk sesuatu transfer damai dengan kekuasaan.
Dia dari 10 bulan yang lalu sampai sekarang menyaksikan demonstrasi harian para oposisi dan tidak siap manarik dari kursi pemerintahan, dalam pidatonya para oposisi Yaman menuduh adanya ketakutan untuk mengakhiri sengketa.
Dia mengkritik para oposisi dan mengatakan: menciptakan reformasi dan perubahan politik dengan perang, kerusuhan dan kekerasan adalah tidak mungkin, dan anda berusaha sampai dengan eskalasi kekerasan di Yaman demi menemukan pemerintah yang berkuasa.
Shaleh juga mengharap adanya kerja sama dari negara-negara tetangga khususnya negara-negara anggota kerja sama Teluk Persia untuk ikut andil dalam menyelesaikan sengketa di negara ini.
Kemaren Ali Abdullah Sholeh membuat pernyataan pada Garda khususnya diktator yang setiap harinya telah menjadikan syahidnya puluhan warga Yaman yang memprotes.
Lembaga dewan kerja sama Teluk Persia dari beberapa bulan yang lalu telah menyampaikan pendapatnya tentang rencana untuk mengakhiri sengketa Yaman dimana Abdullah Sholeh sampai sekarang telah mensepakati tanda tangan sampai tiga kali, tetapi dia berpaling dari setiap kali saat-saat akhir dari penanda tanganan.
893909