IQNA

15:19 - January 17, 2012
Berita ID: 2258705
Orang-orang yang berduka atas Al Husain as yang memperingati hari arbain Imam Husain as mendapat serangan dari tentara Al Khalifah dan sejumlah dari mereka terluka.
IQNA mengutip dari situs Al Wifaq: ribuan orang-orang yang berduka atas Al Husain as di desa As Sanabis setelah acara arbain Imam Husain as bergerak menuju lapangan Syuhada’, sementara mereka belum sampai ketempat tersebut maka aparat militer Al Khalifah melarang mereka untuk melanjutkannya dengan kekuatan represif brutal.

Begitu juga orang-orang yang berduka dari kota Setrah dengan mengenakan kain kafan dan memegang bendera ditangan mereka serta meneriakkan slogan-slogan yang menentang pemerintahan Al Khalifah dan menuntut tumbangnya rezim ini, di desa Al Maamirt Bahrain orang-orang berdukan atas Al Husain as juga mendapat serangan, dan para tentara tersebut membubarkan mereka dengan menembakkan gas-gas beracun dan bom suara.

Orang-orang yang berduka atas Al Husain as di desa Kurzekan Bahrain juga mengadakan protes damai dengan memegang lilin dan meneriakkan slogan-slogan anti rezim Al Khalifah.

Mereka yang dari desa Ad Diroz dan Jadhfs juga melakukan protes, dimana anak-anak dan para perempuan yang ikut berpartisipasi dalam demonstrasi ini juga mendapat serangan brutal dari pasukan militer Al Khlifah.

Menurut laporan website Al Wifaq, kemaren 14 Januari bertepatan dengan Arbain Al Husain as maka jalan “Manamah” ibukota Bahrain ditutup dari semua arah dan diberlakukan langkah-langkah ketat keamanan di kota ini.

Disisi lain, lembaga Wifaq nasional Bahrain setelah syahidnya Yusuf Ahmad Abbas pemuda yang berusia 24 tahun menuntut untuk memulai investegasi independen guna mengungkap penyebab kematian pemuda Bahrain ini.

Pernyataan lembaga wifaq Islam ini mengumumkan: keluarga pemuda ini setelah kehilangannya meminta untuk di tindak lanjuti dan para pejabat Bahrain telah meyakinkan mereka bahwa dia sekarang berada di tempat yang aman.

Rezim Al Khalifah saat ini telah menyerahkan jasad pemuda ini kepada keluarganya dan mengklaim bahwa jenazahnya berada ditepi pantai dan mereka tidak membunuhnya serta tidak memiliki informasi tentang ini.

Pernyataan Lembaga Islam wifaq nasional dan pengumuman rincian kasus Yusuf Ahmad Abbas menuntut untuk mengungkap penyebab kematiannya dengan membentuk komite independen internasional.

935220
Nama:
Email:
* Komentar Anda:
* captcha:
\