IQNA

Mimpi Damai di Gaza Adalah Fatamorgana Politik Dunia

8:57 - November 01, 2025
Berita ID: 3482940
Dunia kembali menyaksikan tragedi kemanusiaan di Gaza yang tak berujung. Serangan demi serangan terus menghantam wilayah padat penduduk itu, sementara suara gencatan senjata hanya menggema di ruang-ruang diplomasi. Banyak kalangan mulai bertanya, kapan perang ini akan berhenti?. Namun jika kita menelisik secara jujur, tampaknya perdamaian sejati di Gaza masih sebatas mimpi yang jauh dari kenyataan.

Secara realistis, Israel dan Amerika Serikat tidak akan rela menghentikan perang terhadap rakyat Palestina, karena yang mereka jalankan bukan sekadar operasi militer, melainkan agenda politik besar : menguasai seluruh tanah suci itu secara permanen. Israel dengan ambisi ekspansifnya, dan Amerika Serikat dengan kepentingan geopolitiknya, telah menjadi dua (2) wajah dari satu kepentingan yang sama -mempertahankan dominasi atas Timur Tengah.

Ambisi yang Dibungkus Diplomasi

Sejak awal, Israel berdiri bukan di atas dasar perdamaian, melainkan pencaplokan dan pengusiran. Setiap kali ada upaya perundingan, selalu terjadi pelanggaran baru. Mereka berbicara tentang “hak membela diri”, namun yang mereka lakukan justru menindas rakyat yang tak bersenjata. Di belakang semua itu, Amerika Serikat tetap menjadi pelindung utama, memastikan Israel tidak menyentuh hukum internasional.

Inilah yang membuat perdamaian di Gaza menjadi fatamorgana: tampak indah di kejauhan, namun menghilang begitu didekati. Semua keputusan, resolusi, dan konferensi internasional hanyalah hiasan yang tidak menyentuh akar kezaliman.Janji Damai yang Tidak Konsisten Alquran telah menggambarkan dengan sangat tepat watak kaum yang tak berpegang teguh pada perjanjian.

Allah SWT berfirman: “Setiap kali mereka mengadakan perjanjian, segolongan dari mereka menolaknya. Bahkan sebagian besar mereka tidak beriman.”(QS. Al-Baqarah [2]: 100). 

Ayat ini bukan sekedar kisah masa lalu, melainkan cermin yang terus terulang di zaman modern. Setiap kali Israel menandatangani perjanjian damai, tidak lama kemudian mereka melanggarnya. Gencatan senjata hanyalah jeda untuk menyusun serangan berikutnya. Sementara media mereka pandai memainkan narasi seolah-olah mereka adalah pihak yang “diserang”.

Mereka menebar janji damai, padahal dalam diam mempersiapkan peluru. Mereka berbicara tentang keamanan, tapi membangun ketakutan di dada anak-anak Palestina. Inilah wajah kemunafikan politik modern.

Dunia yang Salah Menafsirkan Perdamaian

Sebagian tokoh dunia -bahkan sebagian dari kalangan umat Islam sendiri- seringkali salah menilai. Mereka beranggapan bahwa untuk mencapai perdamaian, Palestina harus berhenti melawan. Padahal, diamnya yang tertindas justru memperpanjang umur penjajahan. Perdamaian yang dibangun atas ketidakadilan hanyalah keheningan semu  sebelum letusan berikutnya.

Israel tidak akan berhenti, karena berhenti berarti mengakui hak rakyat Palestina untuk hidup merdeka.

Dan selama ambisi itu masih hidup, setiap perundingan damai hanyalah sandiwara yang dipentaskan di panggung dunia.

Harapan yang Tak Pernah Padam

Namun rakyat Gaza tetap tegar. Di tengah kuis dan debu, masih ada doa yang melangit. Mereka mungkin kehilangan rumah, tapi tidak kehilangan iman. Karena mereka percaya, sebagaimana janji Allah SWT:

Dan Kami akan memberikan karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi, dan ingin menjadikan mereka pemimpin serta pewaris (bumi).” (QS. Al-Qashash [28]: 5).

Janji Allah ini menjadi bahan bakar harapan yang tak pernah padam. Dunia boleh diubah, kekuatan boleh timpang, tapi kebenaran tetap akan menang pada waktunya. Sebab sejarah telah berkali-kali membuktikan: penjajahan selalu berakhir, dan kezaliman tak pernah kekal.

Raihan Kemenangan Sejati

Mimpi damai di Gaza memang tampak jauh  -tapi bukan berarti mustahil. Bagi mereka yang beriman, **kemenangan bukan sekadar menghentikan perang**, melainkan menegakkan keadilan. Dan itu hanya akan datang jika umat Islam di seluruh dunia **tidak lagi diam**, tidak lagi menonton dari jauh, melainkan ikut berdiri di sisi kebenaran.

Karena sesungguhnya, di balik langit Gaza yang kelam, ada cahaya kemenangan yang disiapkan oleh Allah SWT untuk hamba-hamba-Nya yang sabar. (HRY)

 

Sumber: arrahmahnews.com

Kunci-kunci: Mimpi ، damai ، gaza ، Politik ، dunia
captcha