Menurut laporan IQNA, seminar ini diadakan di gedung Komite Intifadha Quds Tehran; yang dihadiri oleh Ramadhan Syarif pimpinan Komite Intifadha Quds, Husain Royvaran analis politik dan aktifis HAM Palestina, Ahmad Ridha Ruhullah Zad, Habibullah Turkasywand, perwakilan dari Lembaga Pemberitaan IQNA. Seminar ini juga dihadiri oleh berbagai wartawan dari Al Manar, Al Alam, dan Al Kautsar.
Ramadhan Syarif menekankan, "IQNA harus menganalisa sosok Sayid Hasan Nashrullah dari kaca mata Al Qur'an. Karena dalam Al Qur'an diajarkan bawa jika kita melihat seseorang dizalimi, kita harus menolongnya. Prinsip inilah yang dimiliki oleh Sayid Hasan Nashrullah dalam memerangi Zionisme."
"Semenjak kemenangannya dalam perang pertahanan 33 hari atas serangan Israel, Sayid Hasan Nashrullah menuai kecintaan yang amat dahsyat di hati rakyat Lebanon baik Syiah maupun Suni. Fotonya terlihat di mana-mana dan menjadi simbol kejayaan Lebanon." tambahnya.
Seraya menjelaskan akan dukungan Iran terhadap beliau, Ramadhan Syarif menyinggung sikap Imam Khumaini dengan berkata, "Imam Khumaini selalu menekankan bahwa siapapun yang bertentangan dengan Israel, kita pun bersamanya. Buktinya sampai sekarang di manapun ada yang berteriak menentang Israel, umat Islam pun, termasuk Iran, selalu mendukung mereka."
Dalam seminar itu Husain Royvaran, seorang analis politik timur tengah menyatakan, "Kita harus berhati-hati dengan masalah ini dan tidak boleh menonjolkan perbedaan sekte dan madzhab."
"Posisi Sayid Hasan Nashrullah di hadapan Israel, dan kepastian akan kehancuran Zionisme adalah apa yang telah dijanjikan oleh Al Qur'an dan siapapun tak bisa mengingkarinya." ia menambahkan.
"Al Qur'an dalam surah Al Isra' ayat 4 telah menjanjikan kekalahan bani Israel. Berdasarkan ayat itu kita yakin Israel pasti akan binasa." tegasnya.
Habibullah Turkasywand, representatif IQNA, memaparkan laporan kegiatan lembaga berita ini dengan menjelaskan: "Lembaga pemberitaan IQNA sampai saat ini memiliki kegiatan ilmiah, relijius, dan Qurani dalam 36 bahasa. Selama seminggu kedepan, ada 4 bahasa lagi yang akan ditambahkan."
Ia menyinggung bahwa lembaga pemberitaan ini memiliki sisi pendekatan antar-madzhab dan berkata, "Selain menerbitkan berita-berita, IQNA juga menghasilkan karya-karya ilmiah dan relijius seperti majalah Raiah."
Ia menyarankan agar seminar dan majelis-majelis seperti ini dapat terus dilanjutkan dan Komite Intifadha Quds terus bekerjasama dengan IQNA, dan disiarkan oleh Al Manar, Al Alam dan Al Kautsar.
Berdasarkan seminar ini IQNA berencana akan mengadakan seminar berikutnya mengenai Sayid Hasan Nashrullah dari sudut pandang Qur'ani di tempat yang sama.
961427