Semenjak kemenangan revolusi 25 Januari, langkah politik terpenting Mesir yang pertama kalinya ini adalah menggagalkan kesepakatan ekspor gas ke Israel.
Perusahaan gas Mesir EGAS mengirim surat pembatalan kesepakatan searah kepada perusahaan pengimpor minyak Israel EMG.
Kebijakan Mesir itu mengundang amarah Tel Aviv, yang kini mulai pincang dari segi ekonomi dan politik. Meskipun Israel telah menyangka peristiwa ini akan terjadi, namun bagi mereka tetap saja mengejutkan.
Sebuah surat kabar Israel memberitakan: "Dibatalkannya kesepakatan itu tak perlu dikhawatirkan dan dianggap sebagai krisis bagi Israel. Hanya masalah kecil antar perusahaan gas Israel dan Mesir saja."
Sejak tahun 2005 Mesir telah bersepakat untuk mengekspor gas ke Israel selama 20 tahun, dan kini kesepakatan itu dibatalkan secara sepihak. (Al-Safir)
991715