Menurut laporan IQNA, menukil dari surat kabar Al-Wasath cetakan Bahrain, Sabikah binti Ibrahim, istri raja Bahrain dalam acara pembukaan konferensi pluralisme di Perancis menyatakan: "Bahrain adalah negeri perdamaian, yang mana semua orang dengan agama apapun dapat hidup berdampingan dengan menjunjung tinggi pluralisme."
Sabikah binti Ibrahim melanjutkan: "Para penduduk Bahrain bebas memeluk ajarannya masing-masing, entah Islam, Kristen, Hindu, Yahudi, atau apapun. Semuanya dapat beribadah dengan tentram. Kami sebagai orang Bahrain bangga dengan faham kebebasan beragama ini."
Istri raja Bahrain menyatakan ungkapan yang bertentangan dengan fakta yang ada di Bahrain. Ia berkata demikian sedangkan masjid-masjid umat Syiah di Bahrain sedang dirobohkan.
Demikianlah upaya Ali Khalifah untuk mengaburkan fakta yang terjadi di Bahrain.