Abu Bakar Diyasi, seorang aktifis Qur'ani dan jurnalis Muslim yang tinggal di Senegal, dalam wawancaranya dengan wartawan IQNA mengatakan: "Para hafidz di Senegal sering menghafal Al-Qur'an dengan metode pribadi atau metode yang diajarkan oleh guru-guru mereka. Metode yang mereka gunakan biasanya tergantung dengan pusat pelatihan yang mereka datangi."
Ia menambahkan: "Kebanyakan metode yang sering dipakai untuk menghafal Qur'an di masjid-masjid dan pusat-pusat pelatihan Qur'ani Senegal adalah metode yang pernah diajarkan oleh Abdul Muhsin Qaim, khatib dan imam jama'ah Masjid Nabawi. Berdasarkan metode tersebut, hafidz harus sering-sering mengulang hafalannya hingga benar-benar ingat."
Abu Bakar Diyasi menjelaskan metode tersebut secara rinci dan mengatakan: "Dalam metode tersebut, hafidz membagi Al-Qur'an menjadi tiga bagian, yang tiap bagiannya terdiri dari sepuluh juz, dan hafalan dimulai dari surah-surah pendek hingga yang panjang. Jadi bagian pertama dari surah An-Nas sampai Al-Ankabut, lalu bagian kedua dari surah Al-Qashash hingga surah Yunus as, dan yang ketiga dari surah At-Taubah hingga Al-Baqarah."
Di akhir wawancaranya ia memberikan satu masukan yang sangat penting, yaitu berhenti putus asa dalam menghafal.
1029120