Ahmad Thayib, Syaikh Al-Azhar, dalam pernyataan yang disampaikannya menekankan bahwa Israel telah melanggar semua peraturan internasional dengan menduduki Quds. Ia menegaskan: "Keberadaan Zionis di Quds bertentangan dengan peraturan internasional. Oleh karena itu, kesepakatan apapun berkenaan dengannya baik politik, ekonomi, budaya atau lain sebagainya, tidak dapat dibenarkan."
Ia menambahkan: "Seluruh penduduk dunia bertentangan dengan rezim Zionis yang hingga kini membangun kota ilegal di Quds serta merusak peninggalan-peninggalan Islami milik Palestina. Persetujuan Vatikan terhadap aksi Zionisme dalam keadaan seperti ini tidak bisa dipercaya."
Syaikh Al-Azhar di akhir pembicaraannya berharap agar pihak Vatikan merevisi kembali kesepakatan tersebut.
Rezim Zionis sejak tahun 1967 hingga kini telah menduduki Quds secara ilegal. Kini Israel berusaha mencari peresmian dengan meminta Vatikan untuk menandatangani kesepakatan mereka.
Sumber: Allafrica
1030323