Berbicara pada acara yang dikoordinir oleh badan wakaf dan amal Negara, Rabei direktur humas dalam negeri dan luar negeri mengatakan kompetisi ini diikuti oleh para wakil dari 68 negara, dan wakil dari Iran memperoleh peringkat teratas dalam kategori membaca dan menghafal.
Disela-sela kompetisi terdapat program-program untuk para kontestan termasuk konfrensi Internasional ke-6 dalam penelitian Al-Quran, penyampaian 150 makalah untuk secretariat konfrensi dan kursus Al-Quran.
Menurut Rabei acara ini diliput dalam 2000 berita oleh IQNA maupun media lain dalam bahasa Persia dan bahasa lain. Serta mendapat pujian dari 148 anggota parlemen dalam hal penyelenggaraan acara internasional ini.
Kepala badan Wakaf dan Amal Hujjatul Islam Ali Mohammadi juga ikut berbicara bahwa acara ini mendapat kontribusi dari seluruh institusi negeri dalam penyelenggaraan acara internasional ini.
Dari Menteri Kebudayaan Sayyed Mohammad Hosseini, juga memberikan status wartawan peliput acara ini sebagai orang-orang khusus dan istimewa, karena mereka termasuk orang-orang yang berperan serta dalam menyebarkan keagungan Al-Quran.
Prinsip Al-Quran dapat menuntun media dan agen-agennya dalam menentukan kebijakan politiknya. “Sebagai contoh bahwa media tidak boleh memihak, melainkan selaras dengan kebenaran”.
Dalam acara tersebut juga Hujjatul Islam Taqavi memberikan penghargaan kepada direktur IQNA atas pemberitaan-pemberitaannya.
1067778