Menurut IQNA cabang Asia Selatan, Yusuf Akchakja ulama kota tersebut mengatakan bahwa kompetisi ini diadakan agar siswa mengenal dan memahami agama.
Dia meyakini kegiatan semacam ini dapat mendorong anak-anak dan orang tuanya untuk belajar Quran dan kehadiran mereka di masjid-masjid dan tempat-tempat ilmu Al-Quran.
Ahmad Bayer, ulama yang lain di kota tersebut turut mengatakan bahwa Pengajaran dikelas-kelas Al-Quran memberikan peluang bagi anak-anak untuk mengenal dan memahami Islam dan Al-Quran.
Dan dengan harapan bahwa siswa akan mampu menerapkan ajaran Al-Quran dalam kehidupan mereka dan melayani masyarakat di masa depan.
Terdapat 30 mahasiswa program studi Quran yang menghadiri kontes tersebut pada tanggal 9 Agustus.
1074857