IQNA

Khatib Jumat Lebanon:
11:49 - February 08, 2015
Berita ID: 2822557
LEBANON (IQNA) - Para khatib Lebanon dalam salat Jumat pekan ini, dengan menegaskan bahwa bahaya terorisme takfiri mengancam seluruh dunia Islam, mengungkapkan, adapun yang disebut dengan Negara Islam (NI), hanya sekedar sarana untuk menjalankan tujuan-tujuan Barat dan Zionisme.

Ayatullah Abdul Amir Qublan, Wakil Ketua Dewan Tinggi Syiah Lebanon, dalam khotbah Jumat pekan ini (6/1/2015) meminta eliminasi fanatisme dan mazhabisme di Lebanon dan negara-negara Islam lainnya dan mengatakan, “Dunia Islam sekarang ini lebih membutuhkan barisan persatuan untuk melawan terorisme takfiri ketimbang sebelum-sebelumnya,” demikian laporan IQNA, seperti dikutip dari kantor berita Majma’ Jahoni Taqrib Mazahib Islami.
“Agama Islam mengajak kita pada persatuan dan komitmen dengan hakikat dan metode yang benar sehingga kita semua berkhidmat kepada manusia dan menyelamatkan mereka dari kehancuran dan konspirasi. Dengan demikian, kita semua harus saling bersatu dan menjauhkan segala konflik dari negara kita semua dan dengan mentauladani Rasulullah (Saw), kita mementingkan rekonstruksi masyarakat pecinta kebenaran dan solidaritas,” tegasnya
Sayid Ali Fadlallah, Khatib Jumat Masjid Imamain Hasanain-Beirut juga dengan memuji kinerja para jawara jihadis Lebanon di ladang Chebaa mengatakan, para jihadis ini merintangi para musuh Zionis untuk mengambil kebebasan mereka dan melecehkan kesucian-kesucian umat muslim.
“Para musuh Zionis senantiasa memanfaatkan konflik kita dan mengayomi orang-orang yang berupaya menyeret konflik-konflik ini ke dalam umat Islam dan memerangi agama Islam,” tambahnya.
Demikian juga Fadlallah menganggap bahaya terbesar dunia Islam sekarang ini adalah sebagian propaganda-propaganda Islam, yang mana dengan bersandar pada fatwa-fatwa takfiri telah melegalkan darah manusia-manusia tidak berdosa dan menghancurkan negara-negara Islam.
Dia menambahkan, logika takfiri ini mengancam keamanan Lebanon, Suriah, Irak, Yaman dan Libya; logika ini menyebabkan peledakan-peledakan teroris di masjid-masjid Pakistan dan menumpahkan darah para penziarah Lebanon di Damaskus. Logika ini merusak citra dunia Islam dan menistakan nilai-nilai agama suci Islam.
Sayid Ali Fadlallah dengan menegaskan urgensitas dialog membangun untuk melawan tantangan-tantangan perpecahan dunia Islam menegaskan, kita membutuhkan upaya berlipat ganda untuk melawan fenomena takfiri ini dan tidak sepatutnya kita berlambat-lambat dalam jalan ini.
Syaikh Ahmad Qublan, Mufti Fikih Ja’fari Lebanon dalam khotbah-khotbanya pekan ini yang diutarakan di masjid Imam Husein (As) Borj al-Brajne Beirut, juga meminta partisipasi bangsa Lebanon untuk merealisasikan keadilan sosial dalam masyarakat, khususnya dalam kondisi genting kawasan sekarang ini.
Dia terkait hubungan Lebanon dengan negara-negara Arab juga mengungkapkan, Lebanon adalah teman Suriah dan negara-negara Arab lainnya, dan memusuhi Israel. Bangsa Lebanon dengan solidaritas satu sama lain akan menutup semua jalan-jalan masuk konflik mazhab ke negara ini.
Syaikh Mahir Hamud, Khatib Jumat masjid al-Quds Sidon-Lebanon juga dalam salat Jumat pekan ini dengan mengisyaratkan kondisi kritis kawasan menegaskan, adapun yang sekarang ini dinamakan dengan negara khilafah Islam telah melakukan tindakan-tindakan brutal dengan mengatasnamakan Islam, yang telah memberikan dalih ke tangan para orientalis dan Barat, karena mereka melihat citra Islam sedemikian rupa dan berburuk sangka dengan agama ini.
Dia dengan mengecam tindakan kriminal anasir teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) mengatakan, “Khawarij ini dengan tindakan-tindakan brutalnya telah berkhidmat kepada Barat dan para musuh Islam dan akan menyebabkan kekalahan umat muslim.”
Allamah Syaikh Afif Nablusi, khatib Jumat gedung Sayidah Zahra (As) di kota Sidon-Lebanon juga mengafirmasikan urgensitas solidaritas nasional, mazhab dan ras serta mengatakan, semua orang harus mengetahui bahwa perselisihan yang ada tidak kontras dengan dialog. Kita harus menengok negara-negara besar, yaitu meskipun adanya perselisihan-perselisihan besar ini di tengah-tengah mereka, namun mereka tetap masih melanjutkan dialog-dialognya. Dengan demikian, di kalangan bangsa dan pemerintah Lebanon juga harus tetap melestarikan dialog.

2819063

Kunci-kunci: Lebanon
Nama:
Email:
* Komentar Anda:
* captcha:
\