IQNA

9:15 - December 15, 2015
Berita ID: 3463289
NIGERIA (IQNA) - Militer Nigeria menyerang kediaman pemimpin Syiah Nigeria dan telah menghantarkan puluhan orang menjadi syahid dan melukai beberapa lainnya pada Sabtu malam (12/12).

Menurut laporan IQNA, seperti dikutip dari Al-Alam, pasukan militer Nigeria menyerang orang-orang Syiah di Husainiyah Baqiatullah di kota Zaria, sementara orang-orang Syiah tersebut sedang berkumpul di Husainiyah untuk berpartisipasi dalam acara melayat jenazah salah satu korban serangan kelompok Boko Haram.
Boko Haram adalah kelompok teroris, yang mana kepala kelompoknya baru-baru saja berbait dengan Ketua pemimpin ISIS, Abu Bakar Al-Baghdadi.
Situs internet Al-Waght, yang menukil dari salah satu saksi mata menegaskan; pasukan militer Nigeria telah melukai minimalnya 30 orang dengan menembaki para pelayat di Husainiyah.
Nasir Omar Tasafi, Juru Bicara Gerakan Islam juga mengabarkan tujuh orang pelayat telah syahid dan 4 lainnya meninggal dunia karena dihalangi pasukan Nigeria untuk dibawa ke rumah sakit.
Zainat Ibrahim, istri Syaikh Zakzaky, saat wawancara via telepon dengan situs Assosciated Press, sementara suara tembakan masih terdengar mengatakan, serangan ini dimulai Sabtu malam dan terus berlanjut sampai Minggu dini hari, sementara kurang lebih 30 orang telah mengalami luka-luka.
Para saksi mata menegaskan 12 orang pengikut Syaikh Zakzaky telah menjadi korban dalam serangan ini.
Salah seorang saksi mata menegaskan, kurang lebih 20 orang telah terluka akibat serangan tembakan pasukan militer Nigeria, dimana kondisi sebagian mereka sangat kronis dan pasukan militer tidak membiarkan mereka untuk dibawa ke rumah sakit.

Penyelenggaraan Demo Protes di London
Dalam reaksi pertama serangan pasukan Nigeria, sejumlah masyarakat di London melakukan demonstrasi di depan Komisaris Tinggi Nigeria di kota tersebut.
Syaikh Zakzaky sangat mengkritik kebobrokan politik pemerintah Nigeria dan membongkar hubungan Nigeria dengan rezim Zionis dan pertukaran informasi antara organisasi keamanan dua belah pihak dan demikian juga hubungan Boko Haram dengan sebagian para pemimpin pasukan Nigeria.

Menolak Klaim Militer Nigeria dalam Menjustifikasi Pembunuhan Masyarakat Syiah
Saat militer Nigeria menuduh masyarakat Syiah negara ini untuk berupaya membunuh Kepala Staff Angkatan Darat negara ini di Zaria, gerakan Syiah - yang bernama Gerakan Islam - dengan menolak klaim tersebut mengutarakan pertanyaan sebagai berikut: Bagaimana masyarakat biasa yang tidak bersenjata dapat membunuh Kepala Staff Angkatan Darat dan kenapa sama sekali tidak ada pasukan militer yang terluka?
Kolonel Sani Usman, Jubir militer Nigeria dalam sebuah pesan di laman pribadi di situs Twitter dan situs resmi militer telah memberikan tuduhan tersebut untuk orang-orang Syiah.
Setelah itu, militer Nigeria dengan mengeluarkan sebuah statemen resmi mengumumkan, orang-orang Syiah dengan perintah pemimpin mereka, Ibrahim Zakzaky di kawasan Zaria telah menyerang konvoi petinggi militer, yang bersama rombongan 74 militer yang bergerak untuk bertemu dengan Shehu Idris dan ratusan masyarakat Syiah bersenjata berada di sepanjang jalan. Sama sekali tidak ada cara untuk menghentikan mereka. Lantas mereka menembaki dan melemparkan bahan-bahan berbahaya ke arah konvoi.
Gerakan Islam Nigeria dengan menolak klaim tersebut juga menganggap dusta hal itu dan dengan melontarkan pertanyaan, yaitu bagaimana mungkin masyarakat biasa dapat membunuh petinggi militer mengumumkan, Sabtu siang, dimana sejumlah anggota gerakan sedang berkumpul untuk mengibarkan bendera tanda dimulainya bulan baru (Rabiul Awwal) yang menjadi bulan kelahiran Rasulullah, orang-orang bersenjata masuk ke Husainiyah Baqiatullah.
Sebelumnya juga acara diselenggarakan dengan trafik psikologis, di bawah pengawasan anggota kontrol trafik. Namun saat sejumlah anggota gerakan Islam pergi ke markas militer guna menanyakan jenis tugas mereka, para pasukan menembak secara acak ke arah mereka dan membawa tujuh orang.

Serangan Sudah Direncanakan
Gerakan Islam ini menambahkan, berdasarkan apa yang telah dikatakan, kami meyakini bahwa militer sejak semula telah merencanakan insiden tersebut dan pasukan militer bekerja sesuai perintah. Khususnya mereka datang ke tempat tersebut bersama fotografer dan kamerawan.
Gerakan Islam Nigeria menegaskan, sangat mengherankan Kolonel Kuka Sheka, Jubir militer dengan tanpa malu mengklaimkan bahwa upaya penteroran petinggi militer berdasarkan perintah pemimpin gerakan kami. Sekarang pertanyaannya adalah: Jika ada upaya untuk menyalahgunakan, kenapa sama sekali tidak ada militer yang terbunuh? Apa yang terjadi bukan sebuah pertemuan dan bentrokan, namun kelanjutan serangkaian aksi teroris oleh militer Nigeria melawan gerakan Syiah ini.

Isu Penangkapan Syaikh Zakzaky/ Nasibnya Tidak Jelas
Pasca insiden tersebut, para aktivis HAM di Nigeria mengabarkan penangkapan Ibrahim; sementara Yahuda Imam, dosen universitas Nigeria saat wawancara dengan Al-Alam mengungkapkan, nasib dan tempat Syaikh Ibrahim Zakzaky belum diketahui dan telah disebarkan isu penangkapannya; namun berita terpercaya dalam hal ini belumlah ada, karena dia disembunyikan dan tidak ada seorangpun yang mengetahui tempat tinggalnya sampai sekarang ini.
Lebih lanjut, Yahuda Imam mengatakan, sejumlah masyarakat yang terbunuh dan terluka mencapai ratusan orang; karena puluhan ribu orang ada di Husainiyah dan malam lalu dan kemarin pagi mereka menggunakan bahan peledak dan ekskavator untuk menghancurkan Husainiyah.
Dia menegaskan, kediaman dan Husainiyah Syaikh Zakzaky terletak di kawasan sensitif di jalan masuk utama kota Zaria, dimana kota ini penuh dengan kamp-kamp militer dan karena penentangan masyarakat, biasanya jalan di kawasan tersebut ditutup dan masyarakat sudah terbiasa dengan hal ini.

3462830

Kunci-kunci: Ekstrem
Nama:
Email:
* Komentar Anda:
* captcha:
\