IQNA

13:22 - January 13, 2016
Berita ID: 3470066
LEBANON (IQNA) - Ulama Syiah dan Sunnah Lebanon dengan menyelenggarakan pertemuan bersama di negara ini, mengeluarkan sebuah statemen dalam mengecam eksekusi Syaikh Nimr Baqir al-Nimr.

Menurut laporan IQNA, seperti dikutip dari harian Lebanon Ad-Diyar, pertemuan pengecaman eksekusi Syaikh Nimr diselenggarakan dengan diprakarsai Perkumpulan Ulama Muslim dan dengan kerjasama Aliansi Global Ulama Muqawamah, delegasi Majma’ Jahani Taqrib Mazahib di Lebanon, Dewan Ulama Palestina, Front Amal Islam Lebanon, aliansi himpunan dan para tokoh-tokoh Islam, himpunan Ulama Jabal Āmil, Himpunan Ulama al-Beqaa, Himpunan Ulama Suwar Lebanon, dengan dihadiri oleh banyak para ulama dan cendekiawan Lebanon.

Sebagian para tokoh yang hadir dalam pertemuan tersebut, seperti Syaikh Abdul Nasir al-Jabri, Ketua Front Umat Lebanon, Syaikh Ahmad al-Zain, Ketua Himpunan Keamanan Perkumpulan Ulama Muslim Lebanon, Syaikh Mahir Hamoud, Ketua Aliansi Ulama Muqawamah dan Syaikh Zahir al-Jaid, Sekjen Front Amal Islam Lebanon dalam ceramahnya mengecam eksekusi Syaikh Nimr.

Para partisipan mengeluarkan sebuah statemen di penghujung pertemuan tersebut, dimana Syaikh Hasan Abdullah, Ketua Dewan Administrasi Perkumpulan Ulama Muslim Lebanon membacakannya.

Dalam statemen tersebut para ulama Lebanon dengan mengecam eksekusi Syaikh Nimr Baqir al-Nimr, juga menyebutnya sebagai eksekusi yang benar-benar politik, yang tidak ada kaitannya sama sekali dengan mazhab dan mereka menegaskan bahwa Syaikh Nimr dieksekusi karena sikap politik, bukan tendensi mazhab.

Dalam statemen tersebut dikemukakan, Ahlusunnah wal Jamaah berlepas diri dari aksi rezim Saudi dalam mengeksekusi Syaikh Nimr dan menegaskan bahwa sikap pemerintah Saudi dan pemikrian yang mendominasi negara ini tidak menjelaskan sikap Ahlusunnah wal Jamaah.

Dalam statemen tersebut ulama Lebanon menegaskan, motivasi dan tujan utama aksi kriminal ini adalah menenggelamkan dunia Islam dalam konflik sehingga umat muslim terjauhkan dari masalah utama mereka, yaitu Palestina dan hal ini menyiapkan kesempatan bagi para Zionis untuk menjalankan proyek Yahudisasi Masjidil Aqsha.

Dalam statemen tersebut, para ulama Lebanon menganggap persatuan umat Islam sebagai satu-satunya jalan keluar kebangkitan umat ini dan mengajak semua ulama dan para politikus untuk meminta persatuan dan menghilangkan konflik.

Demikian juga, dalam statemen ini, para ulama Lebanon menganggap dialog sebagai satu-satunya solusi problem umat Islam dan menegaskan, melawan takfiri membutuhkan intregasi kekuatan dan kemampuan dunia Islam untuk menumpas mereka, karena takfiri seperti Zionis, yaitu sebuah tumor kanker.

Di akhir statemen tersebut dikemukakan, upaya Saudi untuk menutupi kejahatan eksekusi Syaikh Nimr lewat pemutusan hubungan dengan Republik Islam Iran tidak ada faidahnya, bahkan alangkah baiknya sebagai gantinya adalah melakukan dialog dan untuk mengurangi ketegangan di dunia Islam dan sampainya solusi, yang menjamin kemaslahatan negara-negara Islam.

http://www.iqna.ir/fa/news/3466790

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
* captcha:
\