Menurut laporan IQNA, seperti dikutip dari Bernama, Zulkifli Abdul Ghani, pengajar universitas Ulumul Islam Malaysia mengatakan, pembentukan komite ini akan mempermudah proses standardisasi program pendidikan sekolah hafalan Al-Quran yang dilaksanakan oleh Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (JAKIM) dan dewan penasehat untuk koordinasi pendidikan Islam.
"Sejatinya, sekarang ini terdapat satu pola peleburan topik-topik Qurani dan ilmiah, yang dimana telah diimplementasikan dalam sebagian markas hafalan Al-Quran,” ucapnya.
Zulkfili Abdul Ghani menambahkan, pembentukan komite khusus ini dilaksanakan dalam menjawab permintaan Ahmad Zahid Hamidi, Deputi Perdana Menteri Malaysia, untuk standardisasi program markas hafalan Al-Quran seluruh penjuru negara, dengan tujuan mendidik para hafiz aktif dalam pengembangan negara.
Rosna Awang Hashim, direktur pendidikan dewan nasional pengajar Malaysia mengintroduksikan, komite ini adalah sebuah arena bagi untuk kelompok dan partai-partai peminat, yang akan saling berkumpul dan menyusun proses acara markas hafalan Al-Quran.
Hashim yang menjadi pengajar universitas Utara Malaysia mengatakan, penyiapan ranah masuknya para hafiz markas Al-Quran dalam bidang-bidang spesialis dan memegang kepemimpinan negara akan menjadi prestasi besar bagi kami.