IQNA

8:49 - January 24, 2016
Berita ID: 3470097
LIBYA (IQNA) - Ratusan teroris ISIS dari Suriah dan Irak sedang bergerak menuju Libya guna bergabung dengan pasukan-pasukan yang berafiliasi dengan kelompok takfiri yang ada di utara Afrika ini.

Menurut laporan IQNA, seperti dikutip dari harian Terompet, tidak adanya kohesi dan persatuan internal di Libya dan adanya kilang-kilang minyak di negara bagian utara Afrika ini telah memikat para pemimpin ISIS.

Setelah runtuhnya Muammar al-Qaddafi, diktator Libya pada tahun 2011, negara ini berubah menjadi medan perang bagi sejumlah pelbagai sayap dan kelompok takfiri dan teroris. Di tengah kekacauan ini, ISIS memegang kontrol sejumlah kota-kota pesisir, seperti Sirte, Bin Jawad dan Derna.

Baru-baru ini, sekitar 500 teroris ISIS sudah terindentifikasi, yang sedang bergerak menuju Libya. Dua bulan lalu, PBB melaporkan kurang lebih 3000 teoris saat ini aktif di Libya. Markas studi terorisme di Libya diprediksikan jumlahnya berkisar 10000 orang.

Pada tahun 2015, banyak sekali para teroris ISIS di Libya berafiliasi dengan militan Ansar al-Syariah. Dalam bebarapa pekan terakhir, dua kelompok lainnya, yakni Majelis Syuro Revolusi Ajdabiya di Ajdabiya dan satu kelompok teroris lainnya di Misratah bergabung dengan ISIS.

Para pejabat Libya mengatakan, ISIS menarget bidang-bidang negara. Sejak dimulainya tahun baru, dua terminal besar ekspor Libya yakni Es Sider dan Ra’s Lanuf, dimana mayoritas ekspor minyak dilakukan dengan menggunakan dua terminal tersebut, menjadi target serangan ISIS dan terjadi kebakaran.

ISIS berupaya mengambil kontrol minyak Libya sebagai sumber pendapatan, sebagaimana yang telah dilakukan di Suriah, Irak, tidak adanya pemerintah pusat yang kuat di Libya dan krisis yang muncul dari perang-perang internal juga membantu kelompok ini di jalan tersebut.

http://iqna.ir/fa/news/3469535

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
\