
Menurut laporan IQNA, seperti dikutip dari The Art Neswpaper, pameran ini akan diselenggarakan para pertengahan bulan Oktober, beberapa pekan sebelum dimulainya pemilihan presiden Amerika di galeri seni Freer dan Sackler, yang terkait dengan Institusi Smithsonian, museum ilmiah-kebudayaan dan riset terbesar dunia.
Selama kampanye pemilihan calon presiden Amerika, statemen provokatif Donald Trump, kandidat Partai Republik, yang menentang Islam dan muslim berubah menjadi berita utama negara-negara dunia.
Julien Roby, direktur galeri Freer mengatakan, pameran ini memberikan kesempatan kepada audien Amerika untuk mengenal keterampilan artistik dan naluri yang digunakan dalam pembuatan contoh-contoh seni Al-Quran terindah.
"Demikian juga, para pengunjung akan mengenal orang-orang, yang terlibat dalam penyalinan dan pengumpulan naskah Al-Quran ini,” imbuhnya.
Menurut penjelasan galeri ini, pameran ini juga akan mamamerkan jejak-jejak sejarah Al-Quran sepanjang 900 tahun, sejak dari abad kedelapan di Damaskus sampai kegemilangan seni Al-Quran di seluruh penjuru dunia Islam dan Al-Quran-Al-Quran pada masa Utsmani pada abad 16 dan 17.
Demikian juga, akan dipamerkan pena-pena histori yang dikumpulkan dari masjid, kotak-kotak Al-Quran dan rehal-rehal yang terbuat dari gading dan mutiara.
Dr. Massumeh Farhad, ketua kurator bagian seni Islam galeri Freer dan Sackler akan mengedit katalog pameran ini, yang diprediksikan sebagai sebuah pameran yang megah dan penuh dengan galeri dan lukisan.
http://iqna.ir/fa/news/3472328