
Menurut laporan IQNA, seperti dikutip dari situs Al-Fanar News, festival internasional Al-Quran Sa’id bin Jubair ke-4 ini dimulai Selasa (8/3) dan berlangsung selama tiga hari.
Disamping partisipasi lembaga dan himpunan-himpunan Al-Quran Irak, negara Swedia, Denmark, Irak, Lebanon, Afganistan, Tajikistan, Britania dll hadir dalam festival tersebut.
Dalam hal ini, Nategh Zargani, Ketua Aliansi Himpunan Al-Quran di Irak menjelaskan, markas Al-Quran makam suci Husieni, markas nasional Ulumul Quran Irak, himpunan dan lembaga Al-Quran dan cabang Al-Quran universitas Wasit dan wakaf Syiah Irak akan hadir dalam festival Al-Quran Sa’id bin Jubair keempat.
"Lebih dari 50 pelbagai acara akan dilaksanakan dalam festival tersebut, diantaranya adalah majelis Al-Quran, pertemuan peneliti dan pertemuan khusus lembaga-lembaga Qurani pelbagai negara dunia,” imbuhnya.
Demikian juga, dalam festival tersebut akan diselenggarakan musabaqoh khusus media dan disitu liputan berita festival tersebut dan juga galeri terbaik tetang nuansa festival akan dipilih dan diperkenalkan.
Zargani mengintroduksikan, diantara program-program sampingan festival tersebut adalah penyelenggaraan pameran internasional khat Al-Quran dan juga majelis internasional keakraban dengan Al-Quran khusus para pelajar di sekolah-sekolah negeri dan special dan juga di universitas Wasit.
Sa’id bin Jubair termasuk salah seorang Syiah sejati Imam Sajjad (As) dan ia juga seorang hafiz, qori dan mufassir Al-Quran, yang meninggal dunia pada tahun 95 H, oleh Hajjaj bin Yusuf al-Tsaqafi, guberhur Hijaz dan Irak terlalim pada masa Bani Umayyah.
Sa’id bin Jubair lahir pada masa kekhilafahan Imam Ali (As) di Kufah. Ia termasuk orang paling alim pada masanya.