IQNA

Wahabi Murka atas Publikasi Buku Inggris Pengetahuan Al-Quran

7:43 - March 02, 2016
Berita ID: 3470200
AMERIKA (IQNA) - Beberapa waktu lalu, sebuah tim dari para pengajar muslim Amerika yang diketuai Sayid Hossein Nashr, dosen studi Islam universitas George Washington, melakukan terjemahan dan tafsir baru Al-Quran dalam bahasa Inggris, dimana hal ini membuat murka dan protes kelompok Wahabi Saudi.

Menurut laporan IQNA, seperti dikutip dari Daily Beast, karya ini dengan nama The Study Quran, yang menurut penguturan Nasr, yang dalam bahasa Persia diterjemahkan dengan Shenokhte Quran (pengetahuan Al-Quran)- dalam 2000 halaman, yang bertujuan menciptakan pemahaman yang lebih mendalam terhadap Al-Quran dan selain terjemahan Inggris juga ditampilkan deduksi-deduksi ayat-ayat Al-Quran di sepanjang sejarah, sehingga dengan cara ini dapat menemukan pengetahuan makna dengan lebih baik dan aplikasinya dalam dunia sekarang ini.

Wahabi Murka atas Publikasi Buku Inggris Pengetahuan Al-Quran

 Sayid Hossein Nashr, dosen studi Islam universitas George Washington

Namun dalil kemurkaan Salafi ekstrem ini adalah mereka dalam beberapa pekan ini telah menguasai pasar global terjemahan Al-Quran.

Dari sisi lain, dengan investasi keluarga kerajaan Saudi, yang menganut ajaran Wahabi, kelompok Salafi mengekspor para pengajar, masjid, materi pendidikan audio, video dan teks-teks religinya di seluruh penjuru dunia Arab dan juga Timur Asia, Pakistan, Eropa, Amerika Utara, menolak segala hal yang berseberangan dengan pendapat dangkal mereka.

Karen Armstrong, dosen antar agama yang menulis sebuah buku tentang munculnya Wahabi oleh Arab Saudi mengatakan, di semua tempat, mereka mendirikan masjid-masjid dengan corak Saudi dan mendirikan sekolah dengan mempekerjakan para mubalig wahabi dan memberikan pelajaran dan pendidikan untuk orang-orang miskin, yang tentunya dilakukan sesuai dengan program pendidikan wahabi.

"Sementara itu, para remaja dari negara-negara miskin Islam seperti Mesir, Pakistan, yang terpaksa berkomunikasi dengan wahabi guna mendapatkan pekerjaan di negara-negara Teluk Persia guna mengayomi keluarga dan membawanya ke rumahnya,” tambah Armstrong.

Pengikut versi Saudi –Wahabi- Salafi Islam di Eropa dan Amerika secara meningkat juga digunakan sebagai sumber untuk memikat pasukan teroris.

Sebagian kelompok salafi yang populer dengan ideologi takfiri, yang karenanya dapat dilihat dalam aksi-aksi kelompok teroris ISIS dan kebrutalannya. Namun mayoritas Salafi bukanlah takfiri, namun mereka yang ada dengan mendistorsi ayat-ayat Al-Quran melakukan justifikasi pembunuhan muslim Syiah, Izadi dan segala hal yang menurut mereka kafir.

Oleh karena itu, salafi dan takfiri melihat terjemahan baru Al-Quran ini sebagai sebuah tantangan bagi doktrinnya di negara Inggris dan mereka tidaklah terlalu menyukainya. Di ruang-ruang internet, salafi dengan mengkritik buku Pengetahuan Al-Quran juga memperkenalkannya sebagai salinan yang lemah, yang barang kali bagi pembahasan-pembahasan akademik sangat bagus, namun tidak tepat untuk dijadikan tauladan.

Wahabi Murka atas Publikasi Buku Inggris Pengetahuan Al-Quran

Buku Pengetahuan Al-Quran dimurkai karena mengetengahkan tafsir baru ayat-ayat Al-Quran, yang disalahgunakan oleh kelompok takfiri untuk melakukan pembunuhan kepada manusia.

Buku ini dipublikasikan pada bulan November, sekarang ini sudah diketengahkan di banyak perpustakaan dan toko-toko buku dan juga dijual secara online.

Doktor Nasr mengatakan, salafiyyah bukanlah sebuah gerakan asli dalam sunnah Islam dan berabad-abad menolak pemikiran Islam.

Para cendekiawan yang punya andil dalam menyiapkan dan menyusun buku Pengetahuan Al-Quran, yang berasal dari kalangan Syiah dan juga Ahlusunnah menentang permusuhan ekstremisme ini dengan tasayyu’.

Menurut penuturan Doktor Nasr, buku Pengetahun Al-Quran berupaya mengkompensasi kurangnya wacana sejarah pembahasan-pembahasan Al-Quran.

Buku ini mengkaji proses perubahan ideologi dalam naungan ayat-ayat Al-Quran dan karenanya, sebagai ganti dari fanatisme, dimana orang seperti Abu Eesa Niamatullah, seorang salafi Britania, yang aktif dalam jejaring sosial memperingatkan kepada para pengikutnya supaya berhati-hati akan wabah buku tersebut.

http://iqna.ir/fa/news/3479568

captcha